Beranda Korporasi Tingkatkan Reklamasi & Revegetasi, Weda Bay Nickel Dukung Pemulihan Lingkungan Pascatambang

Tingkatkan Reklamasi & Revegetasi, Weda Bay Nickel Dukung Pemulihan Lingkungan Pascatambang

187
0
Memanfaatkan teknis hydroseeding, WBN melaksanakan revegatasi dan reklamasi pascatambang (Foto: Dok WBN)

NIKEL.CO.ID, WEDA — PT Weda Bay Nickel (WBN) terus mengintensifkan program reklamasi dan revegetasi di kawasan tambang sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam menjaga kelestarian lingkungan. Langkah ini menjadi bagian dari strategi pengelolaan lingkungan yang diterapkan secara berkelanjutan agar kegiatan pertambangan tetap berjalan seiring dengan upaya pemulihan ekosistem.

Hingga Maret 2026, perusahaan mencatat telah mereklamasi lahan seluas 223,43 hektare di sejumlah wilayah operasional. Program tersebut mencakup area Kao Rahai, Biri-Biri, dan Tofu yang menjadi lokasi prioritas pemulihan lahan pascatambang. Pelaksanaan revegetasi dilakukan secara bertahap mengikuti rencana reklamasi yang telah memperoleh persetujuan dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Kegiatan ini juga mengacu pada ketentuan yang berlaku sehingga proses pemulihan kawasan dapat berlangsung sesuai standar yang ditetapkan pemerintah.

Untuk mendukung kebutuhan vegetasi, WBN mengoperasikan fasilitas pembibitan (nursery) seluas 2,02 hektare. Sarana tersebut dimanfaatkan untuk membudidayakan berbagai jenis tanaman yang nantinya digunakan dalam kegiatan revegetasi di lahan reklamasi.

Tahapan reklamasi meliputi pembentukan kembali kontur lahan, penanaman vegetasi, hingga pemantauan perkembangan tanaman. Rangkaian proses tersebut dilakukan guna memastikan pemulihan kondisi lingkungan berlangsung secara optimal.

Manajer HSE Weda Bay Nickel, Ronggour Siahaan, menegaskan, reklamasi merupakan bagian integral dari aktivitas pertambangan perusahaan.

“Kami menjalankan pengelolaan lingkungan sebagai bagian dari setiap tahapan operasional, mulai dari perencanaan dan pelaksanaan hingga pemantauan serta pemulihan area yang telah selesai ditambang. Berbagai kegiatan yang melibatkan karyawan dan mitra kerja juga turut memperkuat budaya tersebut, sehingga tanggung jawab lingkungan dapat diterapkan secara konsisten dalam aktivitas sehari-hari,” ujar Ronggour, melalui keterangan pers yang diterima Media Nikel Indonesia (www.nikel.co.id), Senin (20/7/2026).

Gambar ini memiliki atribut alt yang kosong; nama berkasnya adalah IKLAN-online-DTI-1024x341.jpg

Komitmen tersebut juga diwujudkan melalui berbagai kegiatan yang melibatkan pekerja dan mitra perusahaan. Pada Juni 2026, WBN melaksanakan penanaman sebanyak 1.000 bibit pohon di tiga lokasi operasional, yakni Kao Rahai, Biri-Biri, dan Tofu.

Pada bulan yang sama, perusahaan turut mengadakan kegiatan clean up day di sejumlah kawasan hunian karyawan dan kontraktor. Melalui kegiatan ini, para peserta membersihkan lingkungan sekitar sekaligus melakukan pemilahan sampah berdasarkan jenisnya sebagai upaya membangun budaya pengelolaan sampah yang lebih bertanggung jawab.

Penerapan prinsip ekonomi sirkular juga terus dikembangkan bersama para kontraktor. WBN menjalankan konsep reduce, reuse, dan recycle dengan memanfaatkan kembali material yang sudah tidak terpakai. Berbagai limbah, seperti scrap metal dan drum bekas, diolah menjadi produk bernilai guna, antara lain miniatur alat berat dan berbagai jenis furnitur.

Gambar ini memiliki atribut alt yang kosong; nama berkasnya adalah IKLAN-OK-Indomachinary-11-13-Agustus-1024x341.jpg

Seluruh rangkaian kegiatan tersebut merupakan bagian dari program internal bertajuk “Weda Today, Earth Tomorrow” yang diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026.

“Melalui inisiatif ini, kami menegaskan kembali komitmen untuk menerapkan kepedulian terhadap lingkungan, tidak hanya di area operasional, tetapi juga dalam aktivitas sehari-hari. Ke depan, kami akan terus memperkuat kolaborasi dengan karyawan dan mitra kerja untuk mendukung praktik operasional pertambangan yang lebih bertanggung jawab serta meminimalkan dampaknya terhadap lingkungan sekitar,” ungkapnya. (Li Han)