Beranda Berita International PBT Siap Investasi USD350 Juta Bangun Fasilitas PCAM, Lengkapi Hilirisasi Nikel Indonesia

PBT Siap Investasi USD350 Juta Bangun Fasilitas PCAM, Lengkapi Hilirisasi Nikel Indonesia

Wamen Investasi dan Hilirisasi/Waka BKPM, Todotua Pasaribu, bersama Direktur IIPC Sydney, Leidy Surianingrat serta Chairman Pure Battery Technologies, Stephen Wilmot, di kantor IIPC Sydney, Australia (Foto: Dok Keminhil)
Oleh Fithrotul Uyun

NIKEL.CO.ID, JAKARTA — Hilirisasi industri nikel nasional terus dikembangkan pemerintah dengan pendalaman rencana investasi pembangunan fasilitas precursor cathode active material (PCAM) bersama perusahaan teknologi pemrosesan material baterai asal Australia, Pure Battery Technologies (PBT). Investasi tersebut menjadi bagian strategis dari upaya pemerintah dalam memperkuat rantai nilai hilirisasi nikel, terutama pada sektor midstream yang mencakup produksi prekursor sebagai bahan baku baterai kendaraan listrik.

Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Todotua Pasaribu, mengatakan, PBT rencananya akan membangun fasilitas produksi PCAM di Indonesia untuk mengembangkan industri prekursor bahan katode (PCAM) berbasis mixed hydroxide precipitate (MHP) yang dipasok dari fasilitas high pressure acid leach (HPAL) domestik.

Iklan
4Th Li On Battery Europe 2026
online petromindo
ASEAN Solar Storage Summit
11 12 Nov EV Charge Live ICE BSD
OK IKLAN 12 Nov 26 2026 SMM Annual Nickel Conf Shanghai China
Asia Intl Recycled Conference

“Indonesia sudah memiliki HPAL dan akan segera memiliki manufaktur sel baterai. Mata rantai yang tersisa adalah PCAM dan katode. Justru di sinilah investasi seperti Pure Battery Technologies menjadi krusial untuk melengkapi ekosistem baterai yang terintegrasi penuh,” kata Todotua dalam keterangannya, dikutip, Kamis (2/7/2026).

Sementara itu, Direktur Indonesia Investment Promotion Center (IIPC) Sydney, Leidy Surianingrat, menyampaikan, pihaknya akan terus memfasilitasi proses tindak lanjut investasi ini, termasuk koordinasi dengan calon mitra strategis.

“IIPC Sydney berkomitmen untuk terus memfasilitasi perjalanan investasi Pure Battery Technologies di Indonesia, dengan menghubungkan perusahaan ke pemangku kepentingan pemerintah dan mitra strategis yang relevan, serta mendukung langkah-langkah selanjutnya menuju realisasi proyek,” pungkasnya.

Iklan
4Th Li On Battery Europe 2026
online petromindo
ASEAN Solar Storage Summit
11 12 Nov EV Charge Live ICE BSD
OK IKLAN 12 Nov 26 2026 SMM Annual Nickel Conf Shanghai China
Asia Intl Recycled Conference

Diketahui, Wamen Investasi dan Hilirisasi/Waka BKPM, Todotua Pasaribu, bersama Direktur IIPC Sydney, Leidy Surianingrat serta Chairman Pure Battery Technologies, Stephen Wilmot, bertemu di kantor IIPC Sydney, Australia.

Nilai investasi proyek tersebut direncanakan mencapai sekitar US$350 juta. Adanya investasi tersebut guna melengkapi rantai nilai industri baterai nasional mulai dari nikel, MHP, PCAM, katode, hingga sel baterai, sekaligus memperkuat daya saing Indonesia sebagai pusat ekosistem kendaraan listrik.

Investasi PCAM ini dinilai penting bagi indonesia karena menjawab tantangan kesenjangan rantai pasok di tahap midstream sekaligus mengoptimalkan nilai tambah yang selama ini belum dapat ditangkap di dalam negeri.

Iklan
4Th Li On Battery Europe 2026
online petromindo
ASEAN Solar Storage Summit
11 12 Nov EV Charge Live ICE BSD
OK IKLAN 12 Nov 26 2026 SMM Annual Nickel Conf Shanghai China
Asia Intl Recycled Conference

Selain rencana investasi, pemerintah dan PBT juga membahas terkait dengan pendirian badan hukum PBT di Indonesia, opsi lokasi fasilitas produksi, serta skema pembiayaan dan peluang kemitraan strategis di sektor pertambangan dan pengolahan nikel.

Pengembangan proyek PCAM melalui kolaborasi Pemerintah Indonesia, Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, IIPC, serta investor global, seperti Pure Battery Technologies, diharapkan menjadi langkah konkret dalam memperkuat rantai pasok industri baterai kendaraan listrik nasional dari hulu hingga hilir, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai pemain utama dalam ekosistem baterai global.

Produksi prekursor baterai merupakan salah satu mata rantai hilirisasi nikel yang hingga kini belum berkembang di Indonesia. Padahal, tahapan ini menjadi salah satu segmen dengan nilai tambah tertinggi dalam rantai industri nikel karena mampu meningkatkan nilai material secara signifikan dari MHP menjadi prekursor baterai. Oleh karena itu, pengembangan industri PCAM di dalam negeri diharapkan dapat memastikan nilai tambah tersebut dinikmati di Indonesia, bukan mengalir ke negara lain. (Fi Yun)

Artikel ini berguna?

Perkembangan cerita ini

Topik Katode →

  1. Bamsoet: Hilirisasi Nikel Jangan Berhenti di Produk-Antara, harus Berlanjut hingga Industri EV
  2. Hilirisasi Nikel Jangan Berhenti di MHP, Indonesia harus Kuasai Industri Material Baterai
  3. PBT Siap Investasi USD350 Juta Bangun Fasilitas PCAM, Lengkapi Hilirisasi Nikel Indonesia sedang Anda baca
  4. Polemik Bandara IMIP, Luhut Ungkap Peran Kunci dalam Hilirisasi dan Masuknya Investor Tiongkok

Istilah di artikel ini

MHP
Mixed Hydroxide Precipitate
HPAL
High Pressure Acid Leaching
Kamus istilah lengkap →

Agenda industri terdekat

Semua agenda →