
NIKEL.CO.ID, JAKARTA – Akhir Juni 2026 ini pergerakan harga nikel Indonesia masih menunjukkan pola yang berbeda antara sektor hulu dan hilir. Harga bijih nikel (nickel ore) bertahan pada level yang sama dibandingkan pekan sebelumnya, sedangkan produk olahan, seperti nickel pig iron (NPI), high-grade nickel matte (HGNM), dan mixed hydroxide precipitate (MHP) mengalami tekanan, terutama pada produk bahan baku baterai.
Indonesia Nickel Price Index (INPI) yang dirilis Asosiasi Penambang Nikel Indonesia (APNI) bersama Shanghai Metals Market (SMM) pada 29 Juni 2026 belum ada perubahan harga bijih nikel kadar 1,2% maupun 1,6% (CIF). Di sisi lain, harga NPI hanya bergerak tipis, sedangkan HGNM dan MHP mencatat koreksi cukup dalam dibandingkan pekan sebelumnya.
Berdasarkan data tersebut, harga bijih nikel 1,2% (CIF) masih berada pada kisaran US$26–34/mt dengan harga rata-rata US$30/mt, sama seperti rilis 22 Juni 2026.

Hal serupa terjadi pada bijih nikel 1,6% (CIF) yang tetap diperdagangkan pada rentang US$73,2–78,2/mt dengan harga rata-rata US$75,7/mt, menandakan belum adanya perubahan signifikan pada pasar bahan baku nikel domestik.
Untuk produk hilir, NPI (FOB) berada di level US$146,86/mt, turun US$1,41/mt dibandingkan rata-rata pekan sebelumnya yang mencapai US$148,27/mt.
Tekanan harga lebih besar terlihat pada HGNM (FOB) yang berada di level US$15.712/mt, turun US$762/mt dibandingkan posisi US$16.474/mt pada 22 Juni 2026. Dalam rilis pekan ini, perubahan harga tercatat minus US$224/mt, mencerminkan masih lemahnya pasar intermediate product untuk industri baterai.
Kondisi serupa juga dialami MHP (FOB) yang turun menjadi US$15.627/mt dari sebelumnya US$16.387/mt. Secara mingguan, harga produk ini turun sebanyak US$760/mt.

Perbandingan Harga INPI 22 Juni 2026 dan 29 Juni 2026
| PRODUK | 22 JUNI 2026 | 29 JUNI 2026 | KETERANGAN |
| Bijih Nikel 1,2% (CIF) | US$30/mt | US$30/mt | Stabil |
| Bijih Nikel 1,6% (CIF) | US$75,7/mt | US$75,7/mt | Stabil |
| NPI (FOB) | US$148,27/mt | US$146,86/mt | Turun US$1,41/mt |
| HGNM (FOB) | US$16.474/mt | US$15.712/mt | Turun US$762/mt |
| MHP (FOB) | US$16.387/mt | US$15.627/mt | Turun US$760/mt |
Bertahannya harga bijih nikel selama dua pekan berturut-turut menunjukkan bahwa keseimbangan pasokan dan permintaan bahan baku di pasar domestik masih relatif terjaga. Aktivitas transaksi di sektor hulu belum memperlihatkan perubahan yang cukup kuat untuk mendorong kenaikan maupun penurunan harga.
Sebaliknya, tekanan masih membayangi produk hilir, terutama yang berkaitan dengan rantai pasok baterai kendaraan listrik. Koreksi tajam pada harga nickel matte dan MHP mengindikasikan bahwa permintaan dari industri pengolahan masih belum sepenuhnya pulih, di tengah kehati-hatian pelaku pasar terhadap perkembangan ekonomi global dan konsumsi baterai. Sementara itu, penurunan harga NPI juga mencerminkan melemahnya sentimen di pasar stainless steel, meskipun penurunannya jauh lebih terbatas dibandingkan produk hilir lainnya. Ke depan, pelaku industri diperkirakan masih akan mencermati perkembangan permintaan dari Tiongkok, pergerakan harga nikel di bursa global, serta dinamika industri kendaraan listrik yang tetap menjadi faktor utama dalam menentukan arah harga nikel Indonesia pada paruh kedua 2026. (Li Han)









































