
NIKEL.CO.ID, TANGERANG – Toyota Astra Motor (TAM) memamerkan lini Hilux bermesin diesel dan battery electric vehicle (BEV) pada ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 di ICE BSD City, Tangerang. Kehadiran kedua model tersebut ditujukan untuk memenuhi kebutuhan operasional industri pertambangan sekaligus mendukung upaya pengurangan emisi karbon.
“Market share Hilux sekarang ini sudah mencapai 70%, maksudnya sangat-sangat dominan. Ini dikarenakan mobilnya yang memang mumpuni untuk sektor pertambangan, terutama di Kalimantan,” ujar Public Relation & Motorsport Manager PT Toyota Astra Motor, Philardi Sobari, kepada Media Nikel Indonesia (www.nikel.co.id), Rabu (5/8/2026).

Philardi menjelaskan, Toyota menghadirkan dua platform Hilux di GIIAS 2026, yakni kendaraan bermesin pembakaran internal (Internal Combustion Engine/ICE) berbahan bakar diesel dan BEV. Hilux BEV merupakan kendaraan double cabin listrik berpenggerak empat roda (all-wheel drive) yang menggunakan dua motor listrik dengan torsi besar, sehingga dapat mendukung kebutuhan operasional di area pertambangan.
“Ini untuk mendukung industri pertambangan sebenarnya. Industri pertambangan memiliki target carbon credit yang harus dicapai. Dengan adanya mobil BEV di pertambangan, pastinya akan membantu pencapaian target carbon credit mereka. Jadi, ini sebenarnya untuk mendukung kita menuju ke arah zero emission, termasuk industri pertambangan,” ucapnya.

Selain memperkenalkan Hilux BEV, Toyota juga memastikan kendaraan dieselnya siap mendukung implementasi biodiesel B50 yang mulai diterapkan pemerintah. Toyota telah mengikuti pengujian B50 bersama Kementerian Perindustrian menggunakan Toyota Fortuner yang memiliki spesifikasi mesin serupa dengan Hilux dan tidak menemukan kendala yang berarti.
“Kami tidak memiliki masalah yang benar-benar krusial. Jadi, mobilnya sangat baik untuk menggunakan B50,” jelasnya.
Meski demikian, ia mengingatkan pengguna untuk tetap menggunakan bahan bakar sesuai rekomendasi pada buku panduan kendaraan serta melakukan perawatan secara berkala. Pemeriksaan rutin, khususnya pada sistem filtrasi bahan bakar, menjadi kunci menjaga performa kendaraan, terlebih bagi kendaraan yang beroperasi di lingkungan pertambangan.

“Kita sangat mendukung misi pemerintah untuk mengurangi subsidi melalui B50,” katanya.
Hilux, katanya lebih lanjut, dirancang untuk memenuhi kebutuhan operasional pertambangan, baik melalui varian single cabin untuk mengangkut material maupun double cabin untuk membawa personel dan peralatan. Selain performa di medan berat, Toyota juga memperkuat layanan purnajual dengan menghadirkan jaringan dealer dan fasilitas servis di sekitar kawasan pertambangan agar kendaraan dapat memperoleh perawatan tanpa harus menempuh jarak yang jauh.
“Jadi, mereka tidak sulit-sulit harus membawa kendaraan ke Balikpapan atau ke Samarinda. Ini merupakan hal yang cukup krusial sebenarnya untuk operasional di pertambangan,” pungkasnya. (Tubagus)










































