Beranda Berita Nasional AHY: Indonesia harus Mampu Bangun Industri EV & Baterai Berbasis Nikel

AHY: Indonesia harus Mampu Bangun Industri EV & Baterai Berbasis Nikel

114
0
Ilustrasi industri EV (Foto: Istimewa)

NIKEL.CO.ID, JAKARTA — Indonesia, pemilik cadangan bijih nikel terbanyak di dunia dan kini produsen nikel terbesar, dinilai mampu membangun industri baterai hingga kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) sendiri di Indonesia.

“Indonesia bersyukur dengan sumber daya berlimpah, tapi pasti ada batasannya. Kalau cuma ambil nikel dan jual begitu saja ke negara lain, yang dihargai bahan bakunya saja. Kita harus ada industri yang bisa membangun baterai dari nikel, kemudian baterai jadi kendaraan listrik,” kata Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, di Jakarta, Senin (29/6/2026).

Cina yang saat ini merajai pasar EV diraih dengan tidak mudah. Mereka harus mulai dengan trial and error yang dikembangkan dengan riset, sehingga dapat membangun industri EV. Indonesia, kata Agus dengan penuh keyakinan, juga memiliki kemampuan yang sama untuk mengembangkan industri EV.

Gambar ini memiliki atribut alt yang kosong; nama berkasnya adalah IKLAN-OK-International-Critical-Minerals-Summit-Indonesia-2026-1024x341.jpg

“Indonesia punya kemampuan itu, punya kapasitas itu, tentu kita tidak boleh takut bersaing,” ujarnya seraya menambahkan bahwa Indonesia memiliki sumber daya alam (SDA) yang melimpah dan sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni sehingga dapat mewujudkannya.

Menurut putra pertama Presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu, kekayaan SDA dan SDM itu justru harus kita jadikan pelecut agar kita dapat menghadirkan brand lokal made in Indonesia.

Gambar ini memiliki atribut alt yang kosong; nama berkasnya adalah IKLAN-online-DTI-1024x341.jpg

“Dimulai dari komponen TKDN yang lebih banyak. Jadi, walau belum bisa 100% TKDN-nya, tetapi harus semakin banyak dan mendominasi. Lama-kelamaan nanti benar-benar bisa 100% buatan Indonesia. Teknologinya kita juga tidak tertinggal karena kita punya putra-putri terbaik, insinyur-insinyur terbaik, dan kita bisa melakukan joint research dan joint production,” pungkasnya.

Ia pun mengingatkan, untuk menjadi korporasi besar dunia di bidang EV, dibutuhkan tekad yang besar. Dengan modal SDM, teknologi, SDA, hingga kemauan yang besar, tak diragukan Indonesia bisa membangun industri EV. (Fi Yun)

Gambar ini memiliki atribut alt yang kosong; nama berkasnya adalah IKLAN-OK-Indomachinary-11-13-Agustus-1024x341.jpg