Beranda Berita Nasional AHY: Indonesia harus Mampu Bangun Industri EV & Baterai Berbasis Nikel

AHY: Indonesia harus Mampu Bangun Industri EV & Baterai Berbasis Nikel

Ilustrasi industri EV (Foto: Istimewa)
Oleh Fithrotul Uyun

NIKEL.CO.ID, JAKARTA — Indonesia, pemilik cadangan bijih nikel terbanyak di dunia dan kini produsen nikel terbesar, dinilai mampu membangun industri baterai hingga kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) sendiri di Indonesia.

“Indonesia bersyukur dengan sumber daya berlimpah, tapi pasti ada batasannya. Kalau cuma ambil nikel dan jual begitu saja ke negara lain, yang dihargai bahan bakunya saja. Kita harus ada industri yang bisa membangun baterai dari nikel, kemudian baterai jadi kendaraan listrik,” kata Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, di Jakarta, Senin (29/6/2026).

Iklan
4Th Li On Battery Europe 2026
online petromindo
ASEAN Solar Storage Summit
11 12 Nov EV Charge Live ICE BSD
OK IKLAN 12 Nov 26 2026 SMM Annual Nickel Conf Shanghai China
Asia Intl Recycled Conference

Cina yang saat ini merajai pasar EV diraih dengan tidak mudah. Mereka harus mulai dengan trial and error yang dikembangkan dengan riset, sehingga dapat membangun industri EV. Indonesia, kata Agus dengan penuh keyakinan, juga memiliki kemampuan yang sama untuk mengembangkan industri EV.

“Indonesia punya kemampuan itu, punya kapasitas itu, tentu kita tidak boleh takut bersaing,” ujarnya seraya menambahkan bahwa Indonesia memiliki sumber daya alam (SDA) yang melimpah dan sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni sehingga dapat mewujudkannya.

Menurut putra pertama Presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu, kekayaan SDA dan SDM itu justru harus kita jadikan pelecut agar kita dapat menghadirkan brand lokal made in Indonesia.

Iklan
4Th Li On Battery Europe 2026
online petromindo
ASEAN Solar Storage Summit
11 12 Nov EV Charge Live ICE BSD
OK IKLAN 12 Nov 26 2026 SMM Annual Nickel Conf Shanghai China
Asia Intl Recycled Conference

“Dimulai dari komponen TKDN yang lebih banyak. Jadi, walau belum bisa 100% TKDN-nya, tetapi harus semakin banyak dan mendominasi. Lama-kelamaan nanti benar-benar bisa 100% buatan Indonesia. Teknologinya kita juga tidak tertinggal karena kita punya putra-putri terbaik, insinyur-insinyur terbaik, dan kita bisa melakukan joint research dan joint production,” pungkasnya.

Ia pun mengingatkan, untuk menjadi korporasi besar dunia di bidang EV, dibutuhkan tekad yang besar. Dengan modal SDM, teknologi, SDA, hingga kemauan yang besar, tak diragukan Indonesia bisa membangun industri EV. (Fi Yun)

Artikel ini berguna?

Perkembangan cerita ini

Topik SDM →

  1. Prometindo Bidik Penguatan Kompetensi dan Industri Metalurgi
  2. Perkuat Pengawasan Tambang, PPSDM Geominerba Dorong Peningkatan Kompetensi SDM
  3. AHY: Indonesia harus Mampu Bangun Industri EV & Baterai Berbasis Nikel sedang Anda baca
  4. Bulan K3 Nasional Pertambangan 2026, Dirjen Minerba Tegaskan K3 sebagai Investasi Industri

Agenda industri terdekat

Semua agenda →