Beranda Berita International Zimbabwe Pelajari Model Hilirisasi IMIP untuk Perkuat Industri Mineral dan Baja

Zimbabwe Pelajari Model Hilirisasi IMIP untuk Perkuat Industri Mineral dan Baja

103
0
Delegasi ZIDA saat berkunjung ke IMIP (Foto: Dok IMIP)

NIKEL.CO.ID, JAKARTA – Zimbabwe, negara kaya emas, platinum, berlian, dan mineral lainnya di Benua Afrika melakukan studi banding pengembangan hilirisasi sumber daya mineral ke Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) di Sulawesi Tengah, 8-12 Juni 2026.

Kepala Business Development Zimbabwe Investment Development Agency (ZIDA), Noel Mahombera, mengatakan, ZIDA mempelajari ekosistem benefit sharing dan cara Indonesia mengubah bahan mentah menjadi produk bernilai tambah tinggi. Pemerintah Zimbabwe merencanakan untuk memperkuat sektor baja nasional dan menarik investor asing, serta meningkatkan nilai tambah sektor berbasis sumber daya mineral.

Model kawasan industri yang dijalankan IMIP dinilai sangat relevan dengan rencana tersebut. Kunjungan dilakukan untuk mempelajari konsep pengembangan kawasan industri berbasis sumber daya alam, hilirisasi industri baja, tata kelola kawasan terpadu, integrasi rantai pasok, fasilitasi investasi, serta sistem logistik dan ekspor.

Gambar ini memiliki atribut alt yang kosong; nama berkasnya adalah IKLAN-OK-International-Critical-Minerals-Summit-Indonesia-2026-1024x341.jpg

“Zimbabwe ingin membuka peluang kerja sama antarnegara dan mempelajari pola investasi yang terjalin antara Cina dan Indonesia melalui model bisnis yang diterapkan di IMIP. ZIDA ingin memahami bagaimana sistem kerja sama tersebut dapat berjalan dan berkembang,” kata Mahombera menjelaskan sebagaimana dikutip dari laman IMIP, Jumat (26/6/2026).

Dalam pertemuan tersebut, delegasi Zimbabwe juga menanyakan besaran investasi berbagai fasilitas penunjang di IMIP, seperti bandara, jetty, serta sarana akomodasi. Ketertarikan mereka tidak hanya pada aspek investasi, tetapi juga pada struktur pengelolaan kawasan, kapasitas logistik, dan pengembangan sumber daya manusia.

Delegasi Zimbabwe menilai model IMIP berpotensi diadaptasi untuk mendukung pembangunan industri nasional di negaranya. Kunjungan ini juga dinilai berpotensi memperkuat hubungan bilateral Indonesia–Zimbabwe di bidang penanaman modal, khususnya dalam promosi investasi, hilirisasi mineral, dan pengembangan kawasan industri berbasis sumber daya alam.

Gambar ini memiliki atribut alt yang kosong; nama berkasnya adalah IKLAN-online-DTI-1024x341.jpg

Selain itu, langkah tersebut dapat memperkuat positioning dan citra Indonesia sebagai mitra pembangunan industrialisasi di kawasan Afrika. Di tengah meningkatnya persaingan global dalam perebutan mineral kritis (critical minerals) di Afrika, Indonesia berpeluang memperoleh manfaat geopolitik dan ekonomi melalui penguatan kerja sama investasi dan industrialisasi.

IMIP pun dinilai telah berkembang menjadi destinasi benchmarking internasional yang memperkuat posisi Indonesia sebagai mitra pembangunan industri yang relevan, berpengalaman, dan kompetitif di tingkat global.

Gambar ini memiliki atribut alt yang kosong; nama berkasnya adalah IKLAN-OK-Indomachinary-11-13-Agustus-1024x341.jpg

Dalam agenda kunjungan tersebut, delegasi Zimbabwe meninjau sejumlah fasilitas dan area operasional IMIP, mulai dari bandara, jetty, area produksi, hingga fasilitas pendidikan di luar kawasan, seperti Politeknik Industri Logam Morowali.

Selain Noel Mahombera, delegasi ZIDA terdiri atas Pardon Nyandoro (manajer investasi bidang ekonomi), Davison Vandira (manajer investasi bidang persiapan dan pembangunan), dan Nyasha Makuni (analis investasi). (Shiddiq)