
NIKEL.CO.ID, JAKARTA — Asosiasi Penambang Nikel Indonesia (APNI) kembali sukses menyelenggarakan Training to Miners (TTM) APNI Seri Ke-8 yang berlangsung selama tiga hari, 29–31 Juli 2026, di Sasono Mulyo Ballroom, Le Méridien Hotel, Jakarta. Kegiatan ini menjadi wadah peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) sektor pertambangan nikel dengan menghadirkan berbagai materi strategis yang relevan dengan perkembangan industri.
Selama pelatihan, peserta mendapatkan pembekalan mengenai berbagai aspek industri pertambangan, mulai dari proses penambangan (mining), tata kelola lingkungan, sosial, dan perusahaan (environmental, social, and governance/ESG), keberlanjutan (sustainability), hingga regulasi terbaru seperti ketentuan ekspor dan kebijakan Devisa Hasil Ekspor (DHE).

Salah satu peserta, Carmelia Melody dari PT Sinar Putra Mineral, mengaku memperoleh banyak wawasan baru selama mengikuti pelatihan. Sebagai seorang trader yang baru berkecimpung di industri nikel, ia menilai, TTM APNI memberikan pemahaman yang lebih luas mengenai rantai bisnis pertambangan.
“Di sini saya belajar banyak mengenai proses mining dan ESG. Saya juga belajar banyak tentang sustainability serta hal-hal baru, seperti export rules dan DHE,” ujar Carmelia, kepada Media Nikel Indonesia (www.nikel.co.id) di sela-sela acara, Kamis (30/7/2026).

Menurut dia, selain mendapatkan ilmu dari para narasumber yang berpengalaman, kegiatan ini juga menjadi kesempatan yang baik untuk memperluas jejaring profesional dengan pelaku industri nikel dari berbagai perusahaan.
“Saya juga bertemu banyak teman baru yang sama-sama bekerja di industri nikel. Ini menjadi pengalaman yang sangat baik bagi saya, baik untuk networking maupun belajar sebagai pendatang baru di dunia pertambangan nikel,” tuturnya.

Ia juga memberikan masukan agar penyelenggaraan TTM berikutnya dapat menghadirkan lebih banyak topik pembahasan. Menurutnya, masih banyak isu menarik di industri nikel yang layak diangkat dalam forum pelatihan.
“Menurut saya programnya bisa menambah lebih banyak topik. Banyak materi yang menarik dan narasumber yang kompeten yang bisa dihadirkan. Setelah mengikuti pelatihan ini, saya justru semakin penasaran untuk mempelajari banyak hal lain di industri nikel,” ungkapnya.
Ia mengapresiasi APNI atas penyelenggaraan TTM seri ke-8 yang dinilainya tidak hanya memberikan pemahaman teknis mengenai pertambangan, tetapi juga membuka wawasan mengenai perkembangan regulasi dan praktik keberlanjutan yang kini menjadi perhatian utama industri. (Li Han)










































