Beranda Korporasi Justin Werner: EBITDA Capai US$80 Juta, Nickel Industries Catat Kinerja Kuat

Justin Werner: EBITDA Capai US$80 Juta, Nickel Industries Catat Kinerja Kuat

129
0
Excelsior Nickel Cobalt HPAL Nickel Industries Ltd. (Foto: Dok NIL)

NIKEL.CO.ID, JAKARTA – Perusahaan tambang dan pengolahan nikel Nickel Industries Limited melaporkan pembaruan operasional yang menunjukkan penguatan kinerja keuangan serta kemajuan signifikan pada proyek strategis Excelsior Nickel Cobalt HPAL (ENC).

Direktur Pelaksana Nickel Industries, Justin Werner, menyampaikan, perusahaan mencatat momentum positif pada April–Mei 2026 dengan total earnings before interest, taxes, depreciation, and amortization (EBITDA) yang disesuaikan dari operasi mencapai sekitar US$80 juta.

“Kami sangat senang dengan kinerja perusahaan baru-baru ini. Setelah April yang lebih lemah akibat downtime di tambang Hengjaya dan pemeliharaan terencana di rotary kiln electric furnace (RKEF), operasi kami pulih kuat pada Mei dan menghasilkan sekitar US$51 juta EBITDA yang disesuaikan, yang menegaskan kualitas dan ketahanan basis aset kami,” ujar Werner dalam Laporan Keuangan Nickel Industries, per 17 Juni 2026, sebagaimana rilis yang diterima redaksi, Senin (29/6/2026).

Gambar ini memiliki atribut alt yang kosong; nama berkasnya adalah IKLAN-OK-International-Critical-Minerals-Summit-Indonesia-2026-1024x341.jpg

Dalam laporan operasionalnya dijelaskan, kinerja April sebesar US$29 juta tertekan oleh penghentian sementara di tambang Hengjaya selama delapan hari, biaya standby subkontraktor, serta pemeliharaan fasilitas RKEF yang memerlukan suplai listrik pihak ketiga. Namun, kondisi tersebut berbalik pada Mei dengan pemulihan kuat yang mendorong EBITDA sekitar US$51 juta.

Selain itu, perusahaan memperkirakan akan menerima sekitar US$70 juta dari pelepasan modal kerja operasi RKEF pada awal Juli 2026. Nickel Industries juga menerima pengembalian dana sebesar US$15 juta dari Shanghai Decent terkait opsi investasi converter matte ONI.

Gambar ini memiliki atribut alt yang kosong; nama berkasnya adalah IKLAN-online-DTI-1024x341.jpg

Nickel Industries menegaskan, tidak melanjutkan investasi pada ONI matte converter karena menilai teknologi high pressure acid leach (HPAL) lebih unggul dari sisi margin dan emisi karbon untuk produksi nikel kelas-1. Proyek strategis Excelsior Nickel Cobalt HPAL (ENC) kini memasuki tahap komisioning. Bijih pertama telah diterima di pabrik persiapan limonit dan produksi mixed hydroxide precipitate (MHP) ditargetkan mulai pertengahan Juli 2026.

Selanjutnya, produksi katode nikel diperkirakan akan dimulai pada pertengahan Agustus 2026, yang akan membuka peluang pencatatan produk di London Metal Exchange (LME) dan Shanghai Futures Exchange (SHFE). Perusahaan menyebut proyek ENC sebagai langkah penting dalam memperkuat posisi mereka dalam rantai pasok baterai kendaraan listrik global. (Shiddiq)

Gambar ini memiliki atribut alt yang kosong; nama berkasnya adalah IKLAN-OK-Indomachinary-11-13-Agustus-1024x341.jpg