Beranda Berita Nasional Motor Listrik Berbaterai Nikel Perkuat Hilirisasi Mineral dan Daya Saing Industri Nasional

Motor Listrik Berbaterai Nikel Perkuat Hilirisasi Mineral dan Daya Saing Industri Nasional

96
0
Anggota Komisi XII DPR RI, Beniyanto Tamoreka (Foto: Dok. F. Golkar)

NIKEL.CO.ID, JAKARTA – Kebijakan pemerintah dalam mendorong pengembangan motor listrik nasional yang memanfaatkan baterai berbahan baku nikel produksi dalam negeri merupakan langkah strategis untuk memperkuat hilirisasi mineral, meningkatkan daya saing industri nasional, sekaligus mempercepat transisi menuju energi yang lebih bersih.

Hal itu disampaikan anggota Komisi XII DPR RI, Beniyanto Tamoreka, dalam keterangan resmi yang dikutip redaksi, Selasa (4/8/2026). Menurut Beniyanto, pengembangan motor listrik yang memanfaatkan baterai berbahan baku nikel produksi dalam negeri juga menunjukkan sinergi pemerintah dalam membangun ekosistem kendaraan listrik nasional yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.

Gambar ini memiliki atribut alt yang kosong; nama berkasnya adalah IKLAN-online-DTI-1024x341.jpg

“Dengan memanfaatkan baterai berbasis nikel produksi nasional, Indonesia memiliki peluang besar menjadi pemain utama dalam industri kendaraan listrik dunia. Inilah esensi hilirisasi, yakni menghadirkan manfaat ekonomi yang lebih besar melalui industrialisasi berbasis sumber daya alam nasional,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Indonesia memiliki keunggulan komparatif sebagai salah satu produsen nikel terbesar di dunia. Karena itu, pengembangan motor listrik nasional harus menjadi bagian dari strategi besar pemerintah dalam membangun rantai nilai industri, mulai dari pertambangan, pengolahan dan pemurnian mineral, industri baterai, manufaktur kendaraan listrik, hingga pengembangan ekosistem pendukung, seperti infrastruktur pengisian daya dan industri komponen.

Gambar ini memiliki atribut alt yang kosong; nama berkasnya adalah IKLAN-OK-Indomachinary-11-13-Agustus-1024x341.jpg

Keberhasilan program motor listrik nasional tidak hanya ditentukan oleh kemampuan memproduksi kendaraan, tetapi juga harus didukung oleh penguatan ekosistem industri secara menyeluruh. Pemerintah perlu memastikan ketersediaan bahan baku, memperluas kapasitas industri baterai, mempercepat pembangunan infrastruktur pengisian kendaraan listrik, mendorong peningkatan kandungan lokal, serta menciptakan iklim investasi yang memberikan kepastian bagi pelaku usaha agar industri nasional mampu tumbuh secara berkelanjutan.

Legislator asal daerah pemilihan Sulawesi Tengah itu menambahkan, pengembangan motor listrik nasional akan memberikan dampak berganda terhadap perekonomian melalui peningkatan investasi, penciptaan lapangan kerja, penguatan industri manufaktur, serta pengurangan ketergantungan terhadap impor bahan bakar minyak.

Pengembangan tersebut juga membuka peluang yang lebih besar bagi daerah-daerah penghasil nikel, seperti Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Papua Barat Daya, dan wilayah potensial lainnya, untuk menjadi bagian penting dalam rantai pasok industri baterai kendaraan listrik, mulai dari kegiatan pertambangan, pengolahan dan pemurnian mineral, produksi material baterai, hingga pengembangan industri pendukung.

Hilirisasi, katanya lebih lanjut, tidak hanya menciptakan nilai tambah bagi perekonomian nasional, tetapi juga diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, memperluas kesempatan kerja, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat di sekitar kawasan industri.

“Kami di Komisi XII DPR RI akan terus mendukung berbagai kebijakan pemerintah yang memperkuat hilirisasi sumber daya alam, transisi energi, dan pengembangan industri nasional. Kami berharap program motor listrik nasional dapat menjadi momentum untuk memperkokoh kemandirian industri Indonesia, meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah penghasil mineral, sekaligus mengukuhkan posisi Indonesia sebagai pusat industri baterai dan kendaraan listrik dunia,” tutupnya. (Tubagus)