Beranda Berita International Kemenperin Gandeng UNIDO Percepat Pengembangan Industri Nikel Berkelanjutan

Kemenperin Gandeng UNIDO Percepat Pengembangan Industri Nikel Berkelanjutan

Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita (kiri) bersama Deputy to the Director General and Managing Director UNIDO, Zou Ciyong (kanan) saat bilateral meeting Indonesia-UNIDO di Jakarta. (Foto: Dok. Kemenperin)
Oleh Fithrotul Uyun

NIKEL.CO.ID, JAKARTA — Kementerian Perindustrian RI (Kemenperin) memperkuat kemitraan strategis dengan United Nations Industrial Development Organization (UNIDO) untuk mempercepat transformasi industri nasional yang lebih maju, berdaya saing, dan berkelanjutan. Salah satu fokus kerja sama yang dibahas adalah pengembangan industri nikel berkelanjutan sebagai bagian dari agenda hilirisasi mineral Indonesia.

“Kemitraan dengan organisasi internasional dan negara sahabat perlu terus diperkuat untuk mendukung transformasi industri Indonesia yang inovatif, berkelanjutan, serta mampu meningkatkan daya saing nasional di tengah dinamika ekonomi dunia,” kata Menteri Perindustrian RI, Agus Gumiwang Kartasasmita, dalam keterangannya, dikutip Senin (15/6/2026).

Iklan
ASEAN Solar Storage Summit
11 12 Nov EV Charge Live ICE BSD
OK IKLAN 12 Nov 26 2026 SMM Annual Nickel Conf Shanghai China
Asia Intl Recycled Conference

Sebelumnya, dalam pertemuan bilateral Indonesia-UNIDO di sela penyelenggaraan BRICS PartNIR 2026 di Xiamen, China, kedua pihak membahas percepatan penyusunan Programme for Country Partnership (PCP). Kerangka kerja sama tersebut diharapkan mampu memperluas kolaborasi Indonesia dan UNIDO di berbagai sektor industri strategis. Indonesia memandang UNIDO sebagai mitra penting dalam mendukung transformasi industri yang inklusif dan berkelanjutan.

“Indonesia memandang UNIDO sebagai mitra penting dalam mendukung transformasi industri yang inklusif dan berkelanjutan. Kami berharap berbagai inisiatif yang dibahas dalam forum BRICS PartNIR dapat ditindaklanjuti menjadi kerja sama konkret yang memberikan manfaat nyata bagi pengembangan industri nasional,” pungkas Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan, dan Akses Industri Internasional (KPAII), Tri Supondy.

Kemenperin mencatat, UNIDO telah menjadi mitra strategis Indonesia sejak 2009 melalui berbagai program yang mendukung pengembangan industri hijau, peningkatan kapasitas sektor manufaktur, serta penguatan daya saing industri nasional.

Iklan
ASEAN Solar Storage Summit
11 12 Nov EV Charge Live ICE BSD
OK IKLAN 12 Nov 26 2026 SMM Annual Nickel Conf Shanghai China
Asia Intl Recycled Conference

Selain penyusunan PCP, Kemenperin dan UNIDO juga membahas pembentukan eco-industrial park (EIP) center di Pusat Industri Digital Indonesia 4.0 (PIDI 4.0). Pusat tersebut dirancang sebagai sarana untuk mempercepat transformasi kawasan industri agar lebih efisien, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.

Kemenperin dan UNIDO saat ini telah membentuk tim teknis yang bertugas menyiapkan berbagai aspek agar EIP Center dapat segera beroperasi. Dalam pertemuan tersebut, Indonesia dan UNIDO juga menjajaki peluang kolaborasi melalui BRICS Center for Industrial Competence (BCIC).

Seiring bergabungnya Indonesia sebagai anggota BRICS, inisiatif tersebut dinilai dapat meningkatkan kompetensi sumber daya manusia industri, mempercepat adopsi teknologi manufaktur digital, serta memperluas kolaborasi inovasi dengan negara-negara berkembang.

Iklan
ASEAN Solar Storage Summit
11 12 Nov EV Charge Live ICE BSD
OK IKLAN 12 Nov 26 2026 SMM Annual Nickel Conf Shanghai China
Asia Intl Recycled Conference

Isu pengembangan industri nikel turut menjadi pembahasan utama. Kemenperin dan UNIDO mendiskusikan inisiatif pengembangan industri nikel berkelanjutan yang dijalankan UNIDO bersama Tsingshan Holding Group dari Tiongkok.

Pemerintah menyambut baik berbagai upaya yang mendukung hilirisasi industri mineral sekaligus meningkatkan nilai tambah sumber daya alam nasional dengan tetap mengedepankan prinsip keberlanjutan dan efisiensi pemanfaatan sumber daya.

Melalui penguatan kemitraan tersebut, Indonesia berharap kerja sama dengan UNIDO dapat membuka peluang investasi baru, memperluas akses terhadap teknologi industri, serta mempercepat terwujudnya sektor manufaktur nasional yang lebih maju, kompetitif, dan berkelanjutan, termasuk dalam pengembangan ekosistem industri nikel nasional. (Fi Yun)

Artikel ini berguna?

Perkembangan cerita ini

Topik Hilirisasi Mineral →

  1. IWIP dan Weda Bay Nickel Buka Peluang bagi Generasi Muda Maluku Utara dan Indonesia
  2. Antam Raih Tiga Indeks ESG Kehati, Perkuat Komitmen Bisnis Berkelanjutan
  3. Kemenperin Gandeng UNIDO Percepat Pengembangan Industri Nikel Berkelanjutan sedang Anda baca
  4. Kadin China Surati Presiden RI, Soroti Kebijakan Nikel dan Hilirisasi Mineral
  5. APNI Soroti Fase Baru Hilirisasi Nikel, Indonesia Jadi “Arsitek” Pasar Global
  6. UNIDO Tetapkan IWIP Jadi Lokasi Uji Coba Global Pengelolaan Kawasan Nikel Berkelanjutan

Agenda industri terdekat

Semua agenda →