Beranda Berita Nasional IMIP Andalkan Teknologi HPAL, Sulap Limonit Jadi Bahan Baku Baterai EV

IMIP Andalkan Teknologi HPAL, Sulap Limonit Jadi Bahan Baku Baterai EV

88
0
Direktur Komunikasi PT IMIP, Emilia Bassar (Foto: Dok. IMIP)

NIKEL.CO.ID, JAKARTA — PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) memperkuat transformasi menuju industri hijau melalui penerapan teknologi high pressure acid leach (HPAL). 

Teknologi tersebut memungkinkan nikel kadar rendah (limonit) yang sebelumnya bernilai rendah diolah menjadi mixed hydroxide precipitate (MHP), bahan penting untuk produksi baterai kendaraan listrik atau electric vehicle (EV).

Direktur Komunikasi PT IMIP, Emilia Bassar, mengatakan, penerapan HPAL menjadi salah satu bagian dari upaya perusahaan membangun ekosistem industri hijau di kawasan pengolahan nikel.

“IMIP tidak hanya berfokus pada peningkatan kapasitas produksi, tetapi juga membangun ekosistem green industry melalui inovasi teknologi dan pengelolaan energi yang lebih berkelanjutan. Komitmen ini diwujudkan melalui berbagai inovasi, salah satunya melalui pengoperasian fasilitas HPAL berskala besar,” ungkap Emilia dalam keterangannya, sebagaimana dikutip Senin (10/8/2026). 

Gambar ini memiliki atribut alt yang kosong; nama berkasnya adalah IKLAN-OK-Indomachinary-11-13-Agustus-1024x341.jpg

Teknologi HPAL, katanya menjelaskan, memberikan nilai tambah terhadap pengolahan nikel sekaligus membuat proses produksi lebih efisien. Teknologi tersebut dapat memanfaatkan nikel kadar rendah yang sebelumnya kerap dianggap tidak bernilai menjadi material yang dibutuhkan dalam rantai industri baterai kendaraan listrik.

Penerapan teknologi itu juga dinilai berkontribusi terhadap upaya mengurangi jejak karbon dalam proses produksi. Di sisi lain, pengembangan fasilitas HPAL memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global bahan baku baterai kendaraan listrik.

Transformasi green industry di kawasan IMIP tidak hanya dilakukan melalui teknologi pengolahan nikel. Sejumlah perusahaan di kawasan tersebut juga menerapkan teknologi untuk meningkatkan efisiensi penggunaan air sekaligus mengendalikan emisi industri.

Salah satunya PT Huayue Nickel Cobalt (HYNC) yang menerapkan closed-loop water system. Sistem pengelolaan air tertutup tersebut memungkinkan air hasil proses produksi digunakan kembali sehingga dapat meningkatkan efisiensi pemakaian air dan mengurangi limbah.

Di sisi pengendalian emisi udara, perusahaan juga menggunakan sejumlah teknologi, seperti electrostatic precipitator, wet scrubber, dan flue gas desulfurization (FGD).

“Perusahaan juga menggunakan teknologi, seperti electrostatic precipitator yang berfungsi untuk mengendalikan partikulat halus yang berfungsi untuk mengendalikan emisi udara. Sementara itu, untuk membantu mengurangi gas pencemar dari aktivitas industri, digunakan wet scrubber dan flue gas desulfurization,” katanya. 

Selain teknologi, IMIP menjalankan program penghijauan sebagai bagian dari pengelolaan lingkungan. Sepanjang 2018 hingga 2025, IMIP melakukan penanaman bakau dan tanaman terestrial untuk mendukung penyerapan karbon serta menjaga ekosistem di sekitar kawasan industri.

Dia menegaskan, transformasi menuju industri hijau juga membutuhkan penguatan sumber daya manusia dan ekosistem industri.

“Transformasi IMIP menuju industri hijau tidak terbatas pada inovasi teknologi dan pengelolaan lingkungan, namun juga didukung oleh penguatan ekosistem industri dan sumber daya manusia. Penerapan teknologi pemrosesan kimia tingkat tinggi (hidrometalurgi) berperan mendorong transfer pengetahuan sekaligus peningkatan kapasitas tenaga kerja lokal,” tegasnya.

Komitmen tersebut turut mengantarkan PT IMIP meraih penghargaan Detiktimur Awards 2026 pada kategori Inovator Ekosistem Energi Masa Depan Terpuji. Penghargaan itu diberikan atas kontribusi IMIP dalam melakukan transformasi melalui pembangunan ekosistem industri hijau yang dinilai mampu menjawab tuntutan global terkait persoalan lingkungan.

Direktur Komunikasi PT IMIP, Emilia Bassar, menerima langsung penghargaan tersebut di Grand Ballroom Trans Hotel Jakarta, Jumat (7/8/2026) malam. Seleksi penghargaan dilakukan melalui tahapan khusus oleh dewan redaksi detikcom dan detikSulsel dengan mempertimbangkan sejumlah kriteria, antara lain inovasi, kreativitas, inspirasi, dampak bagi masyarakat, serta keaktifan di bidang masing-masing.

Pengakuan tersebut menjadi penanda atas upaya IMIP mengembangkan teknologi pengolahan nikel yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan nilai tambah, tetapi juga diarahkan untuk mendukung agenda industri hijau dan rantai pasok kendaraan listrik. (Shiddiq)