Beranda Berita International AI Bakal Ubah Total Industri Informasi dalam Dua-Tiga Tahun ke Depan

AI Bakal Ubah Total Industri Informasi dalam Dua-Tiga Tahun ke Depan

105
0
Presdir SMM, Adam Fan (Foto: MNI/Tubagus)

NIKEL.CO.ID, JAKARTA — Pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) diperkirakan akan mengubah secara fundamental cara industri mengelola dan menggunakan informasi dalam dua hingga tiga tahun mendatang.

Hal tersebut disampaikan Presiden Direktur Shanghai Metals Market (SMM), Adam Fan, saat memaparkan materi mengenai perkembangan AI dalam ajang Indonesia Critical Minerals Conference & Expo (ICMCE) 2026, yang diselenggarakan SMM bersama Asosiasi Penambang Nikel Indonesia (APNI), di Hotel Pullman, Central Park, Jakarta Barat, Rabu (3/6/2026).

Perkembangan pesat AI, menurut Adam, memberikan harapan baru bagi industri informasi untuk mengatasi berbagai tantangan yang selama ini belum terselesaikan sejak era ledakan internet.

“AI bukanlah sebuah pilihan. Dalam dua atau tiga tahun ke depan, kita semua di sini akan menyaksikan perubahan total dalam penggunaan informasi, baik di dalam maupun di luar perusahaan,” ujarnya berusaha menyadarkan masyarakat. 

Selama ini informasi harus melewati rantai distribusi yang panjang sebelum sampai ke pengguna akhir. Informasi dari pelaku industri umumnya dikumpulkan oleh lembaga pelaporan harga (price reporting agencies/PRA), kemudian diolah oleh perusahaan riset dan konsultasi, disusun kembali oleh penyedia basis data, hingga akhirnya disebarkan melalui agregator informasi berskala besar.

Proses tersebut, katanya berkonklusi, menyebabkan hilangnya sebagian nilai informasi serta memperlambat pengambilan keputusan.

“Hal ini menyebabkan kerugian besar dalam transformasi informasi karena tidak peduli seberapa keras atau seberapa cerdas pengguna akhir tersebut, mereka tidak dapat menkover semuanya,” katanya.

Bos perusahaan penyedia intelijen pasar, analisis industri, dan acuan harga terkemuka di Asia itu mengatakan, teknologi AI memungkinkan sebagian besar lapisan perantara tersebut dihilangkan. Data yang diperoleh dapat langsung diproses dan disampaikan kepada pengguna dalam waktu singkat melalui sistem AI.

Ia mencontohkan, laporan yang dipresentasikan Shirley Wang pada konferensi tersebut telah dihasilkan sepenuhnya oleh sistem AI. Meskipun begitu, dia menegaskan, AI tidak akan menggantikan peran analis. Sebaliknya, teknologi tersebut akan meningkatkan produktivitas dan efisiensi kerja mereka secara signifikan.

“Para analis didukung oleh AI dengan efisiensi dan produktivitas sepuluh kali lipat,” ujarnya.

AI mampu menghasilkan kualitas analisis yang lebih baik karena dapat mengelola data dalam jumlah besar dan melakukan pengolahan yang lebih mendalam. Selain itu, proses penyusunan laporan yang sebelumnya memerlukan waktu lama kini dapat dilakukan hanya dalam hitungan detik atau menit.

“AI dapat menghasilkan laporan yang sangat rumit, komprehensif, dan mendalam hanya dalam beberapa detik atau menit,” katanya.

Selain meningkatkan kualitas dan kecepatan, AI juga dinilai mampu memperluas cakupan analisis dengan menggabungkan data mikro dan makro secara bersamaan. Teknologi tersebut juga memungkinkan integrasi berbagai aplikasi dan sumber data yang sebelumnya sulit dilakukan manusia. Kemampuan tersebut membuat AI tidak hanya berfungsi sebagai alat penyusun laporan, tetapi juga mampu menghasilkan rekomendasi dan solusi bisnis.

“Anda dapat menciptakan solusi, bukan hanya laporan,” ujarnya.

Ia mencontohkan lagi, sistem AI dapat membantu perusahaan mengambil keputusan strategis, seperti pembelian tembaga, penjualan nikel, hingga penyusunan strategi lindung nilai (hedging) berdasarkan kondisi pasar dan data yang tersedia.

Teknologi tersebut sudah diterapkan saat ini dan bukan lagi sekadar konsep masa depan. SMM, kata dia, telah mengembangkan berbagai solusi AI yang digunakan oleh sejumlah perusahaan sesuai kebutuhan pelanggan.

Bagi perusahaan yang telah memiliki tim AI sendiri, SMM juga menyediakan layanan model context protocol (MCP) yang memungkinkan agen AI mengakses dan menganalisis data dalam basis data perusahaan secara cepat.

“Melalui layanan MCP, Anda dapat menggunakan agen AI untuk membaca semua data yang kami masukkan ke dalam database dalam hitungan detik, lalu melakukan analisis sesuai permintaan Anda,” tuturnya.

Selain itu, laporan yang dihasilkan AI juga dapat bersifat interaktif. Pengguna dapat memberikan informasi tambahan atau skenario berbeda, kemudian meminta AI memperbarui analisis dan kesimpulan secara real time.

“Laporan tersebut dapat diperbarui sesuai dengan informasi baru yang Anda peroleh. Dan semuanya dapat diselesaikan dalam waktu beberapa menit,” ujarnya. (Shiddiq)