Beranda Berita International Indonesia–Filipina Perkuat Kerja Sama ESG, Dorong Industri Nikel Berkelanjutan

Indonesia–Filipina Perkuat Kerja Sama ESG, Dorong Industri Nikel Berkelanjutan

68
0
Direktur Eksekutive PNIA, Charmaine Olea-Capili (Foto: MNI/Uyun)
Gambar ini memiliki atribut alt yang kosong; nama berkasnya adalah IKLAN-OK-International-Critical-Minerals-Summit-Indonesia-2026-1024x341.jpg

NIKEL.CO.ID, JAKARTA — Asosiasi Penambang Nikel Indonesia (APNI) menandatangani memorandum of understanding (MOU) dengan Philippine Nickel Industry Association (PNIA) guna memperkuat kerja sama Indonesia dan Filipina di bidang lingkungan/environmental, sosial/social, dan tata kelola/governance (ESG). Kerja sama tersebut ditujukan untuk mendorong pembangunan industri yang bertanggung jawab dan berkelanjutan, khususnya dalam rantai pasok mineral kritis dan kendaraan listrik.

Kesepakatan kemitraan ESG yang ditandatangani dalam acara 2nd ESG Forum 2026, yangdiselenggarakan APNI di Hotel Sultan Jakarta, Selasa (2/6/2026), merupakan tindak lanjut dari perjanjian kerja sama yang lebih luas antara kedua negara. Melalui kemitraan ini, Indonesia dan Filipina akan berkolaborasi dalam pengembangan standar dan praktik ESG guna mendukung pertumbuhan industri yang berkelanjutan.

“Ini adalah bagian dari operasionalisasi kemitraan yang telah ditandatangani pada awal tahun ini. Hari ini kami menandatangani kemitraan ESG, yang menegaskan bahwa kami akan berkolaborasi untuk mempromosikan pembangunan yang bertanggung jawab dan berkelanjutan,” kata Direktur Eksekutive PNIA, Charmaine Olea-Capili, di Jakarta, Selasa (2/6/2026).

Gambar ini memiliki atribut alt yang kosong; nama berkasnya adalah IKLAN-online-DTI-1024x341.jpg

Indonesia dan Filipina, menurut dia, memiliki posisi yang semakin penting dalam transformasi industri global menuju ekonomi rendah karbon. Oleh karena itu, penerapan prinsip ESG menjadi elemen penting untuk memastikan pengelolaan sumber daya mineral dilakukan secara bertanggung jawab.

“Indonesia dan Filipina memainkan peran yang sangat kritis dalam rantai nilai kendaraan listrik dan transisi energi. Karena itu, penting bagi kami untuk membangun kemitraan ESG guna mempromosikan pembangunan yang bertanggung jawab dan berkelanjutan secara global,” pungkasnya.

Kerja sama ini dinilai strategis mengingat Indonesia dan Filipina merupakan dua negara penghasil nikel utama dunia yang memegang peran penting dalam rantai pasok global kendaraan listrik dan transisi energi. Ketersediaan sumber daya mineral dari kedua negara menjadi faktor kunci dalam mendukung pengembangan baterai kendaraan listrik dan industri energi bersih.

Selain itu, kemitraan antara Indonesia dan Filipina juga mencakup sejumlah bidang strategis lainnya. Fokus kolaborasi tersebut meliputi pengembangan industri di kawasan ASEAN, peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan investasi bersama (co-investment), serta berbagai inisiatif yang mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di kawasan.

Dengan adanya kerja sama kedua negara tersebut diharapkan dapat memperkuat posisi ASEAN sebagai pusat industri mineral kritis dunia sekaligus memastikan bahwa pengembangan sektor tersebut berjalan sejalan dengan prinsip keberlanjutan dan tata kelola yang baik. (Fi Yun)

Gambar ini memiliki atribut alt yang kosong; nama berkasnya adalah IKLAN-OK-Indomachinary-11-13-Agustus-1024x341.jpg