Beranda Nikel Harga Nikel Sentuh US$20.000/Ton, Pasar Mulai Repricing Risiko Pasokan dan Reformasi Indonesia

Harga Nikel Sentuh US$20.000/Ton, Pasar Mulai Repricing Risiko Pasokan dan Reformasi Indonesia

Sekum APNI, Meidy Katrin Lengkey (Foto: Dok. APNI)
Oleh Shiddiq
Gambar ini memiliki atribut alt yang kosong; nama berkasnya adalah ICM-SMM-3-5-JUNI-2026-1024x341.jpg

NIKEL.CO.ID, JAKARTA — Harga nikel global kembali melonjak dan sempat menembus level psikologis US$20.000 per ton pada perdagangan Rabu (6/5/2026). Harga itu menandai titik tertinggi dalam beberapa bulan terakhir di tengah kombinasi pengetatan pasokan, reformasi harga domestik Indonesia, dan meningkatnya tekanan biaya industri hilirisasi global.

Kenaikan harga ini terjadi pada saat pasar mulai melakukan repricing terhadap kebijakan produksi Indonesia melalui pengetatan rencana kerja dan anggaran biaya (RKAB) 2026, implementasi formula baru harga patokan mineral (HPM) multi-elemen, serta meningkatnya biaya produksi rantai pasok baterai berbasis high pressure acid leach (HPAL) akibat lonjakan harga asam sulfat (sulfuric acid) global.

Iklan
4Th Li On Battery Europe 2026
online petromindo
ASEAN Solar Storage Summit
11 12 Nov EV Charge Live ICE BSD
OK IKLAN 12 Nov 26 2026 SMM Annual Nickel Conf Shanghai China
Asia Intl Recycled Conference

Sekretaris Umum Asosiasi Penambang Nikel Indonesia (APNI), Meidy Katrin Lengkey, mengatakan, pasar kini mulai memahami bahwa era “cheap nickel oversupply” perlahan mulai berubah.

“Kenaikan harga nikel saat ini bukan sekadar rebound teknikal, tetapi refleksi dari perubahan fundamental industri global. Pasar mulai menyadari bahwa Indonesia sedang bergerak menuju disiplin produksi, optimalisasi nilai sumber daya, dan tata kelola yang lebih berkelanjutan,” ujar Meidy, di Jakarta, Rabu (6/5/2026).

Menurutnya, kebijakan pengetatan RKAB oleh pemerintah Indonesia menjadi salah satu faktor utama yang mengurangi tekanan oversupply di pasar global. Selama dua tahun terakhir, pasar nikel dibanjiri pasokan berlebih yang menekan harga hingga sempat turun mendekati US$14.000 per ton. Namun, pada 2026, pemerintah mulai membatasi produksi lebih dekat ke kebutuhan riil industri dan daya serap pasar.

Iklan
4Th Li On Battery Europe 2026
online petromindo
ASEAN Solar Storage Summit
11 12 Nov EV Charge Live ICE BSD
OK IKLAN 12 Nov 26 2026 SMM Annual Nickel Conf Shanghai China
Asia Intl Recycled Conference

Data London Metal Exchange (LME) menunjukkan kontrak nikel 3 bulan sempat menyentuh US$20.000 per ton sebelum bergerak stabil di kisaran US$19.940–US$19.960 per ton pada sesi perdagangan Asia. Kenaikan harian tercatat sekitar 1,5% dengan volatilitas intraday yang cukup agresif mencerminkan tingginya sensitivitas pasar terhadap dinamika supply-demand global.

“RKAB sekarang bukan hanya instrumen administrasi tambang, tetapi sudah menjadi instrumen stabilisasi pasar. Ketika suplai lebih terkendali, harga mulai kembali mencerminkan nilai fundamental nikel,” ungkapnya.

Di sisi lain, implementasi formula baru HPM nikel Indonesia juga dinilai mengubah persepsi pasar terhadap valuasi sumber daya nikel Indonesia. Formula baru tersebut tidak lagi hanya menghitung kandungan nikel (Ni), tetapi juga memasukkan elemen lain, seperti kobalt, fero, dan krom dalam skema valuasi mineral.

Iklan
4Th Li On Battery Europe 2026
online petromindo
ASEAN Solar Storage Summit
11 12 Nov EV Charge Live ICE BSD
OK IKLAN 12 Nov 26 2026 SMM Annual Nickel Conf Shanghai China
Asia Intl Recycled Conference

“Selama bertahun-tahun, banyak nilai ekonomi mineral ikutan yang belum sepenuhnya ter-capture. Dengan new HPM multi-element, Indonesia mulai memperbaiki mekanisme fair value terhadap sumber daya nasional,” ujarnya.

Pasar juga menghadapi tekanan biaya baru dari sektor hilirisasi, khususnya proyek HPAL untuk produksi mixed hydroxide precipitate (MHP) bahan baku baterai electric vehicle (EV). Harga asam sulfat yang sebelumnya berada di kisaran US$300 per ton dilaporkan melonjak hingga mendekati US$1.200 per ton akibat gangguan rantai pasok global dan ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.

Kondisi tersebut meningkatkan biaya operasional smelter hidrometalurgi secara signifikan, mengingat HPAL merupakan industri dengan konsumsi asam sulfat sangat tinggi.

Gambar ini memiliki atribut alt yang kosong; nama berkasnya adalah EV-2026-1024x341.jpeg

“Kenaikan asam sulfat memberi tekanan besar terhadap cost structure industri HPAL global. Ini menjadi salah satu faktor yang ikut mengubah ekspektasi pasar terhadap biaya produksi nikel baterai ke depan,” kata perempuan yang tanggal kelahirannya bertepatan dengan tangga kelahiran R.A. Kartini itu.

Selain faktor supply-demand dan biaya produksi, isu environmental, social, and governance (ESG) juga mulai menjadi premium baru dalam industri nikel global. Investor dan pembeli internasional kini semakin selektif terhadap asal-usul produk nikel, jejak karbon, transparansi rantai pasok, hingga standar keberlanjutan pertambangan.

Menurut APNI, Indonesia saat ini tengah mendorong pembentukan standar ESG nikel nasional yang kompatibel dengan standar internasional, guna memperkuat posisi Indonesia sebagai pemasok utama dunia sekaligus menjaga akses pasar global.

“Ke depan, pasar tidak hanya membeli nikel berdasarkan volume dan kadar, tetapi juga berdasarkan kualitas tata kelola, transparansi, dan sustainability. ESG akan menjadi faktor penentu premium market,” demikian prediksinya.

Ia menambahkan, Indonesia kini berada pada posisi strategis sebagai penentu arah pasar nikel global, mengingat kontribusi pasokan Indonesia telah mencapai lebih dari 65% total suplai dunia.

“Indonesia hari ini bukan lagi sekadar produser. Indonesia sudah menjadi market stabilizer dan secara de facto mulai membentuk arah pasar nikel global,” tutupnya. (Shiddiq/R)

Artikel ini berguna?

Perkembangan cerita ini

Topik Asam Sulfat →

  1. APNI Dorong Pemerintah Naikkan Kuota RKAB 2026 Menjadi 270 Juta wmt
  2. PT Sumbawa Timur Mining Usulkan Asam Berbasis Pirit untuk Kurangi Ketergantungan Impor HPAL
  3. Krisis Sulfur, Operasional Smelter HPAL Bertahan hingga Akhir Mei
  4. Harga Nikel Sentuh US$20.000/Ton, Pasar Mulai Repricing Risiko Pasokan dan Reformasi Indonesia sedang Anda baca
  5. APNI: Smelter Nikel Tertekan “Double Squeeze” Usai Lonjakan Biaya dan HPM Baru

Istilah di artikel ini

RKAB
Rencana Kerja dan Anggaran Biaya
HPM
Harga Patokan Mineral
HPAL
High Pressure Acid Leaching
LME
London Metal Exchange
MHP
Mixed Hydroxide Precipitate
Kamus istilah lengkap →

Agenda industri terdekat

Semua agenda →