Beranda Berita Nasional Presiden: Hilirisasi adalah Jalan Satu-satunya untuk Kita bisa Lebih Makmur

Presiden: Hilirisasi adalah Jalan Satu-satunya untuk Kita bisa Lebih Makmur

85
0
Presiden Prabowo Subianto (Foto: Dok. Sekretariat Kepresidenan)

NIKEL.CO.ID, JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto menegaskan hilirisasi, termasuk pada komoditas strategis seperti nikel, sebagai jalan utama menuju kedaulatan dan kemakmuran ekonomi nasional. Penegasan itu disampaikan saat Groundbreaking 13 Proyek Hilirisasi Nasional Tahap II, di Cilacap, Rabu (29/4/2026).

Dalam pidatonya, presiden mengatakan, proyek tahap kedua ini mencakup 13 proyek strategis dengan total nilai investasi sekitar Rp116 triliun, terdiri dari sektor energi, mineral—termasuk pengolahan nikel—dan pertanian.

“Hilirisasi adalah jalan satu-satunya untuk kita bisa lebih makmur. Kita tidak mau sekadar jual bahan baku, kita mau olah turunan-turunannya di Indonesia supaya nilai tambahnya dinikmati oleh rakyat Indonesia,” Presiden Prabowo menegaskan.

Ia menekankan, penguasaan dan pengolahan sumber daya alam di dalam negeri merupakan syarat mutlak bagi kebangkitan bangsa. Sejarah menunjukkan negara yang kuat adalah negara yang mampu mengendalikan rantai nilai sumber dayanya sendiri.

“Bangsa yang ingin tetap merdeka harus berani dan mampu menguasai sumber daya. Hilirisasi adalah bentuk keberanian itu, mengolah kekayaan kita di negeri sendiri, termasuk nikel, bauksit, hingga batu bara,” ujarnya.

Presiden juga menyoroti praktik lama yang dinilai merugikan ketika sumber daya alam Indonesia diekspor mentah tanpa memberikan nilai tambah signifikan bagi masyarakat. Pemerintah tidak ingin pola tersebut berlanjut.

“Saya menginginkan sumber kekayaan bangsa Indonesia harus di tangan bangsa Indonesia dan harus dinikmati oleh rakyat Indonesia. Kita tidak mau jadi ladangnya orang lain,” katanya.

Lebih lanjut diungkapkan, program hilirisasi akan terus diperluas secara bertahap. Setelah tahap pertama dan kedua yang masing-masing mencakup 13 proyek, pemerintah berencana menambah sejumlah proyek baru dalam waktu dekat.

“Tahun ini kita mulai mungkin 30 sampai 40 proyek besar. Kita akan terus tambah tahap ke-3, ke-4, ke-5. Ini adalah long march bangsa Indonesia,” ujarnya.

Dalam konteks industri mineral seperti nikel, hilirisasi dinilai krusial untuk meningkatkan nilai tambah sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global, terutama di tengah dinamika geopolitik dan persaingan sumber daya.

Presiden juga mengingatkan pentingnya integritas dan nasionalisme dalam pengelolaan proyek-proyek strategis tersebut. Ia tidak akan memberi ruang bagi pihak yang tidak berpihak pada kepentingan nasional.

“Sepintar apa pun, kalau tidak bela bangsa sendiri, tidak ada tempat di sekitar saya. Pilih bela rakyatmu atau mengabdi ke yang lain,” tegasnya.

Selain itu, ia mendorong penggunaan teknologi terbaik dan efisien dalam setiap proyek hilirisasi. Pemerintah, kata dia, terbuka untuk melakukan penyesuaian jika terdapat inovasi teknologi yang lebih menguntungkan bagi rakyat.

“Kita harus objektif, sainstifik, dan matematis. Kalau ada teknologi lebih murah dan lebih menguntungkan rakyat, kita harus berani ubah rencana,” ujarnya.

Presiden menutup pidatonya dengan optimisme bahwa hilirisasi, termasuk pada sektor nikel, akan menjadi fondasi kebangkitan ekonomi nasional yang lebih merata dan berkeadilan.

“Kita akan menjadi negara yang hebat. Kekayaan Indonesia harus dinikmati oleh rakyat Indonesia,” pungkasnya. (Shiddiq)