Beranda Berita Nasional Kolaborasi Jadi Kunci, Jumhur Rangkul Oligarki Jaga Lingkungan

Kolaborasi Jadi Kunci, Jumhur Rangkul Oligarki Jaga Lingkungan

144
0
Jumhur Hidayat memimpin KLH menggantikan Hanif Faisol Nurofiq sebagai Menteri Lingkungan Hidup/BPLH (Foto: Dok KLH)
Gambar ini memiliki atribut alt yang kosong; nama berkasnya adalah IKLAN-ok-LME-Asia-Metal-7-Mei-26-1024x341.jpg

NIKEL.CO.ID, JAKARTA — Menteri Lingkungan Hidup/BPLH, Jumhur Hidayat, menegaskan, pendekatan baru pemerintah dalam isu lingkungan, yakni merangkul pelaku usaha besar atau oligarki sebagai mitra strategis, bukan pihak yang harus dihadapi.

Dalam sambutannya usai serah terima jabatan di Jakarta, Rabu (29/4/2026), Jumhur meluruskan anggapan bahwa dirinya ditugaskan untuk berhadapan dengan oligarki. Ia justru menekankan pentingnya kolaborasi untuk memperbaiki kondisi lingkungan.

“Bukan untuk melawan oligarki. Kita bersama-sama memperbaiki bumi,” ujar Jumhur.

Menurutnya, keterlibatan kelompok pemodal besar sangat krusial karena memiliki peran signifikan dalam aktivitas industri, termasuk sektor ekstraktif yang menopang perekonomian nasional.

Gambar ini memiliki atribut alt yang kosong; nama berkasnya adalah IKLAN-ok-Cobalt-Congress-12-13-Mei-26-1024x341.jpg

Mantan Kepala BNP2TKI itu beranggapan, tanpa partisipasi mereka, upaya menjaga lingkungan tidak akan berjalan optimal. Karena itu, pemerintah mendorong seluruh pelaku usaha, termasuk kelompok besar, untuk patuh terhadap regulasi lingkungan sembari tetap menjaga keberlanjutan investasi.

“Tidak ada posisi saling berhadapan. Kita sama-sama memperbaiki,” katanya.

Meski mengedepankan kolaborasi, ia menegaskan, pemerintah tetap tegas terhadap pelanggaran serius. Penegakan hukum akan dilakukan secara terukur sebelum memicu reaksi publik.

“Kecuali yang sudah sangat melanggar, tentu ada langkah berbeda. Daripada publik bereaksi lebih dulu, lebih baik kita bertindak,” tegasnya.

Gambar ini memiliki atribut alt yang kosong; nama berkasnya adalah EV-2026-1024x341.jpeg

Pendekatan tersebut, lanjutnya, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang mengedepankan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan perlindungan lingkungan. Ia memastikan, ruang investasi tetap terbuka luas dengan prasyarat utama kepatuhan terhadap regulasi lingkungan. Dengan demikian, aktivitas ekonomi dapat berjalan tanpa menimbulkan dampak jangka panjang.

“Kita memastikan investasi berjalan baik, ekonomi tumbuh, dengan penghormatan tinggi terhadap lingkungan,” ujarnya.

Dia optimistis melalui pendekatan kolaboratif antara pemerintah dan pelaku usaha besar, upaya perbaikan lingkungan dapat berjalan lebih efektif sekaligus menjaga stabilitas ekonomi nasional. (Shiddiq)

Gambar ini memiliki atribut alt yang kosong; nama berkasnya adalah golf-1024x341.jpeg

Gambar ini memiliki atribut alt yang kosong; nama berkasnya adalah ICM-SMM-3-5-JUNI-2026-1024x341.jpg