
NIKEL.CO.ID, JAKARTA — Grup pertambangan asal Prancis, Eramet, menyampaikan bahwa operasional tambang nikel di Weda Bay berpotensi memasuki fase care and maintenance pada Mei 2026.
Langkah tersebut bukan merupakan keputusan penghentian bisnis, melainkan konsekuensi dari kuota produksi berdasarkan rencana kerja dan anggaran biaya (RKAB) yang diperkirakan habis sebelum pertengahan tahun.


Melalui keterangan pers yang diterima Media Nikel Indonesia (www.nikel.co.id), Senin (27/4/2026), Eramet menjelaskan, kuota produksi 2026 sebesar 12 juta wet metric ton (wmt) akan terserap habis pada pertengahan Mei, sehingga operasional tambang kemungkinan akan beralih sementara ke fase care and maintenance.
Kuota tersebut turun signifikan dari 32 juta wmt pada 2025, sejalan dengan penyesuaian kebijakan pengelolaan pasokan bijih oleh pemerintah melalui mekanisme persetujuan RKAB.

Dari total kuota awal, sebanyak 9 juta wmt yang dialokasikan untuk penjualan eksternal telah habis terjual pada pertengahan April. Sisa volume kini hanya digunakan untuk kebutuhan pabrik pengolahan nikel yang beroperasi di sekitar area tambang.
Perusahaan patungan PT Weda Bay Nickel saat ini tengah mengajukan revisi peningkatan kuota RKAB kepada otoritas terkait sebagai upaya menjaga keberlanjutan operasional tambang. (Li Han)





















































