Beranda Nikel INPI 27 April 2026: 1,2% Naik, 1,6% Stabil, 3 Produk Lain Menguat

INPI 27 April 2026: 1,2% Naik, 1,6% Stabil, 3 Produk Lain Menguat

80
0
Gambar ini memiliki atribut alt yang kosong; nama berkasnya adalah iklan-asian-battery-FASTMARKETS-1-1024x341.jpg

NIKEL.CO.ID, JAKARTA – Produk hillir nikel tetap bullish pada Indonesia Nickel Price Index (INPI) yang dirilis Asosiasi Penambang Nikel Indonesia (APNI) bersama Shanghai Metals Market (SMM) pada 27 April 2026 ini. Tentu, tren penguatan secara konsisten pada produk hilir nikel ini menimbulkan harapan, meski harga bijih nikel domestik cenderung stabil. Di sisi lain, saat yang sama, harga bijih nikel Filipina mulai menguat dan memberi dinamika baru di pasar regional.

Dibandingkan rilis 20 April 2026, kenaikan paling terlihat pada produk antara (intermediate), seperti nickel pig iron (NPI), high-grade nickel matte (HGNM), serta mixed hydroxide precipitate (MHP). Sementara itu, bijih nikel kadar rendah (1,2% CIF) tercatat naik dan kadar 1,6% tetap stabil.

Gambar ini memiliki atribut alt yang kosong; nama berkasnya adalah IKLAN-ok-OECD-Critical-Minerals-Forum-28-29-April-26-1024x341.jpg

Berikut perbandingan harga antara INPI 13 April 2026 dan 20 April 2026

PRODUK20 APRIL 202627 APRIL 2026KETERANGAN
Bijih Nikel 1,2% (CIF)US$30,5/mtUS$33/mtNaik US$2,5/mt
Bijih Nikel 1,6% (CIF)US$74,7/mtUS$74,4/mtTetap
NPI (FOB)US$139,78/mtUS$141,83/mtNaik US$2,05/mt
HGNM (FOB)US$16.481/mtUS$16.770/mtNaik US$0,289/mt
MHP (FOB)US$16.348/mtUS$16.635/mtNaik US$0,287/mt

Kenaikan harga bijih nikel 1,2% (CIF) merepresentasikan mulai meningkatnya permintaan terhadap bijih kadar rendah, seiring aktivitas smelter yang tetap berjalan. Sementara itu, stabilnya harga bijih nikel 1,6% (CIF) menunjukkan keseimbangan antara pasokan dan permintaan untuk kadar menengah-tinggi.

Pada produk intermediate, NPI, mengalami kenaikan yang cukup solid, mengindikasikan adanya perbaikan permintaan dari industri baja nirkarat (stainless steel). Penguatan juga terjadi pada HGNM yang naik signifikan, mencerminkan mulai pulihnya kebutuhan bahan baku sektor baterai.

Hal serupa terlihat pada MHP yang turut mencatat kenaikan, memperkuat sinyal bahwa permintaan dari industri kendaraan listrik (EV) masih menjadi penopang utama pasar nikel global.

Gambar ini memiliki atribut alt yang kosong; nama berkasnya adalah IKLAN-ok-LME-Asia-Metal-7-Mei-26-1024x341.jpg

Harga Bijih Nikel Filipina Ikut Menguat

Berdasarkan data SMM Indonesia Daily Nickel Market Info per 27 April 2026, harga bijih nikel Filipina juga menunjukkan tren kenaikan tipis.

Bijih nikel Ni 1,3% CIFnaik +1 menjadi US$55,5/mt (+1%)
Bijih nikel Ni 1,4% CIFnaik +1 menjadi US$63,5/mt (+2%)

Kenaikan ini mencerminkan adanya peningkatan permintaan dari pasar utama, terutama China, yang masih menjadi tujuan utama ekspor bijih nikel Filipina. Selain itu, faktor pasokan yang relatif terbatas, baik akibat kondisi cuaca maupun aktivitas pengapalan, turut menopang kenaikan harga.

Secara regional, pergerakan harga bijih Filipina juga sering menjadi indikator tambahan bagi pasar Asia. Ketika harga mulai menguat, maka dapat memberi tekanan naik terhadap harga bijih di kawasan, termasuk Indonesia, terutama jika terjadi peningkatan permintaan dari smelter.

Gambar ini memiliki atribut alt yang kosong; nama berkasnya adalah IKLAN-ok-Cobalt-Congress-12-13-Mei-26-1024x341.jpg

Hilir Menguat, Ore Regional Mulai Bergerak

Secara keseluruhan, rilis INPI 27 April 2026 menunjukkan tren pasar yang mulai menguat, terutama pada rantai hilir nikel. Di sisi lain, mulai naiknya harga bijih Filipina menjadi sinyal bahwa pasar bahan baku juga berpotensi mengikuti arah penguatan.

Kondisi ini mengindikasikan adanya perbaikan permintaan baik dari sektor stainless steel maupun baterai, yang tetap menjadi dua pilar utama konsumsi nikel global, sekaligus menjadi penopang stabilitas dan potensi kenaikan harga ke depan. (Li Han)

Gambar ini memiliki atribut alt yang kosong; nama berkasnya adalah ICM-SMM-3-5-JUNI-2026-1024x341.jpg