Beranda Berita International Harga Tembaga Melaju Dekati US$9.500, Sedangkan Nikel Masih Melemah

Harga Tembaga Melaju Dekati US$9.500, Sedangkan Nikel Masih Melemah

Oleh Admin

NIKEL.CO.ID – Harga tembaga terus melanjutkan tren positifnya dan kembali mendekati level harga tertinggi dalam sembilan tahun. Reli harga ditopang oleh lonjakan permintaan dan prospek kenaikan inflasi seiring dengan pemulihan ekonomi.

Berdasarkan data Bloomberg pada Selasa (20/4/2021), harga tembaga pada London Metal Exchange (LME) sempat hingga ke level US$9.436 per ton sebelum kembali ke level US$9.376 atau naik 1,79 persen.

Iklan
4Th Li On Battery Europe 2026
online petromindo
ASEAN Solar Storage Summit
11 12 Nov EV Charge Live ICE BSD
OK IKLAN 12 Nov 26 2026 SMM Annual Nickel Conf Shanghai China
Asia Intl Recycled Conference

Adapun, pada akhir Februari lalu, harga tembaga mencetak rekor tertinggi dalam sembilan tahun setelah menyentuh US$9.617 per ton. Lonjakan tersebut didorong oleh potensi permintaan dari industri energi terbarukan dan kendaraan listrik.

Pada Maret lalu, harga tembaga mengakhiri rekor kenaikan yang telah berjalan selama 11 bulan beruntun. Komoditas yang dijadikan kompas perekonomian global tersebut terkoreksi seiring dengan musim permintaan yang rendah serta kenaikan imbal hasil obligasi AS.

Senior Commodities Strategist ING Bank NV, Wenyu Yao dalam laporannya menjelaskan, konsolidasi harga yang terjadi sepanjang Maret lalu kini telah berbalik menjadi pergerakan bullish. Menurutnya, kondisi inflasi saat ini dan suku bunga riil yang negatif menjadi katalis positif untuk harga komoditas.

Iklan
4Th Li On Battery Europe 2026
online petromindo
ASEAN Solar Storage Summit
11 12 Nov EV Charge Live ICE BSD
OK IKLAN 12 Nov 26 2026 SMM Annual Nickel Conf Shanghai China
Asia Intl Recycled Conference

“Lonjakan harga tembaga saat ini terjadi berkat kondisi fundamental komoditas tersebut yang mendukung,” jelasnya dikutip dari Bloomberg.

Sementara itu, harga nikel anjlok hingga 2,2 persen ke level US$16.010 per metrik ton seiring dengan sikap investor yang mempertimbangkan potensi penambahan pasokan dari Filipina.

Salah satu katalis negatif untuk pergerakan harga nikel adalah penghapusan moratorium untuk kontrak pertambangan nikel baru. Kebijakan ini disahkan oleh Presiden Filipina, Rodrigo Duterte guna menambah pemasukan negara.

Iklan
4Th Li On Battery Europe 2026
online petromindo
ASEAN Solar Storage Summit
11 12 Nov EV Charge Live ICE BSD
OK IKLAN 12 Nov 26 2026 SMM Annual Nickel Conf Shanghai China
Asia Intl Recycled Conference

Kebijakan moratorium tersebut diberlakukan oleh pendahulu Duterte, Benigno Aquino pada 2012 lalu. Kini, pemerintah Filipina dapat memberikan izin untuk kontraktor-kontraktor yang tertarik untuk melakukan penambangan nikel di negara tersebut.

Filipina merupakan salah satu negara eksportir bijih nikel utama untuk China. Hal ini terjadi ditengah terbatasnya pasokan akibat terhentinya kegiatan pada sejumlah tambang nikel karena pembatasan terkait dampak lingkungan.

Artikel ini telah tayang di Bisnis.com dengan judul “Harga Tembaga Kembali Melaju Dekati US$9.500“.

Artikel ini berguna?

Perkembangan cerita ini

Topik #Harga Komoditas →

  1. Permintaan Dunia Naik, Harga Komoditas Pertambangan Alami Tren Positif
  2. Batubara, Nikel dan CPO Akan Dorong Kenaikan Ekspor Indonesia di 2021
  3. Tembaga London Melorot, Terbebani Penguatan Dolar, Nikel Anjlok 2 Persen
  4. Begini Prospek Sejumlah Komoditas Mineral Tahun Ini
  5. Mei 2021, Mayoritas Komoditas Ekspor Indonesia ke Tiongkok Anjlok
  6. Harga Tembaga Melaju Dekati US$9.500, Sedangkan Nikel Masih Melemah sedang Anda baca

Istilah di artikel ini

LME
London Metal Exchange
Kamus istilah lengkap →

Agenda industri terdekat

Semua agenda →