NIKEL.CO.ID – Memasuki pekan ketiga Oktober 2020, sejumlah komoditas diproyeksikan akan menjadi jawara di pekan ini. Analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia Andy Wibowo Gunawan mengatakan, harga batubara global akan menarik pekan ini, mengingat adanya beberapa katalis positif. Lebih lanjut, larangan pemerintah China atas batubara impor dari Australia dinilai akan menguntungkan industri batubara Indonesia.
Sebelumnya, hubungan antara China dengan Australia kembali memanas. Negeri Tirai Bambu tersebut memboikot impor batubara dari Australia. Bahkan, operator pembangkit listrik dan pabrik baja di China telah diberitahukan untuk menghentikan penggunaan batubara dari Negeri Kanguru.
Selain batubara, Andy memperkirakan bahwa harga nikel global akan menarik minggu ini, mengingat estimasi inventaris nikel di bursa London Metal Exchange (LME) yang lebih rendah dan impor tembaga China yang meningkat. Namun, harga timah dunia diproyeksikan akan kurang menarik pekan ini mengingat adanya dua katalis.
Sementara itu, Mirae Asset Sekuritas juga memperkirakan harga emas global akan diperdagangkan bervariatif (mixed) pekan ini mengingat adanya sejumlah katalisator.
Menurut berita terbaru dari Negeri Paman Sam, dimana Pelosi dan Mnuchin mengatakan ada kemajuan dalam pembicaraan mengenai bantuan ekonomi.
Namun, pernyataan oposisi dari Senat Partai Republik yang muncul pada hari Kamis, menimbulkan hambatan besar bagi apapun kesepakatan yang disahkan Kongres sebelum Hari Pemilihan Umum (election day).
Untuk komoditas lain seperti minyak mentah, Andy memproyeksikan harga minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) akan diperdagangkan mixed pekan ini mengingat kurangnya katalis positif.
Risiko penurunan harga (downside risk) akan datang dari estimasi yang lebih tinggi untuk produksi minyak harian Amerika Serikat. Di saat yang bersamaan permintaan minyak AS akan cenderung stagnan.
Sementara untuk komoditas minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO), Mirae Asset Sekuritas mencatat bahwa produksi CPO Malaysia pada kuartal terakhir akan melambat karena adanya fenomena La Nina yang moderat.
Dari sisi permintaan, Mirae Asset mencatat Negeri Jiran tersebut akan merilis hasil survei ekspor CPO untuk periode 1-20 Oktober.
Sehubungan dengan hal ini, Andy memproyeksi bahwa ekspor CPO Malaysia untuk periode tersebut akan berkurang dari realisasi periode sebelumnya karena ekspor CPO Malaysia pada periode 1 Oktober-15 Oktober turun sebesar 2,1% secara bulanan (mom).
Adapun saham berbasis komoditas rekomendasi pilihan Mirae Asset Sekuritas pekan ini adalah PT Adaro Energy Tbk (ADRO), PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG), PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), dan PT Vale Indonesia Tbk (INC).
Sumber: KONTAN.CO.ID
Perkembangan cerita ini
Topik #Harga Nikel →
- HMA Nikel Periode I November 2026 Turun US$369/wmt, Seluruh Harga HPM Bijih Ikut Melemah
- APNI Minta Penetapan RKAB Perhitungkan Pasokan dan Permintaan Nikel Global
- Akibat Gangguan El Nino, Rantai Pasok Nikel dan Tembaga Berpotensi Terancam
- Penyesuaian Pasokan Industri Nikel Indonesia Dapat Mendorong Kenaikan Harga
- Harga Nikel Sulfat Tertekan Akibat Lemahnya Permintaan dan Tingginya Stok
- Pekan ketiga Oktober 2020, Nikel dan Batubara Masih Jadi Komoditas Juara sedang Anda baca
Istilah di artikel ini
- LME
- London Metal Exchange
Agenda industri terdekat
- 10Nov
- 11Nov
- 12NovKonferensi & Pameran SMM (11th) Annual Nickel Conference 2026 – Ni Cr Mn Stainless Steel Event12–13 November 2026 · OCEAN HOTEL SHANGHAI, CHINA



























