

NIKEL.CO.ID, JAKARTA – Komisioner Perdagangan dan Investasi Queensland untuk Indonesia, Tony Burnett, mengatakan, Indonesia dan Queensland, Australia, memiliki peluang kerja sama yang signifikan, terutama di sektor mineral kritis. Peluang tersebut mencakup investasi di sektor pertambangan, teknologi, jasa pertambangan hingga pengolahan mineral.
“Ya, terdapat peluang yang signifikan baik bagi Indonesia maupun Negara Bagian Queensland kami, terutama di bidang mineral kritis. Australia merupakan lingkungan dengan biaya pertambangan yang cukup tinggi, sehingga perusahaan pertambangan kami serta penyedia teknologi dan jasa untuk industri pertambangan terbiasa beroperasi dengan margin yang sangat ketat.” ujarnya kepada Media Nikel Indonesia (www.nikel.co.id) dalam acara Queensland MineTech Forum Powering Mining Excellent Through Technology, Mining Expo 2026, di Jiexpo Kemayoran, Rabu (9/9/2026).
Tony menjelaskan, biaya pertambangan yang tinggi membuat investasi perusahaan di Queensland berorientasi pada tujuan, termasuk melalui produk, teknologi, dan layanan bagi operator pertambangan.


“Hal ini membuat investasi kami sangat berorientasi pada tujuan, sehingga perusahaan-perusahaan kami terbiasa menghasilkan produk berkualitas tinggi dan menggunakan teknologi canggih, di mana kami menyediakan layanan yang pada akhirnya akan menghasilkan keuntungan lebih besar bagi operator pertambangan atau perusahaan pertambangan,” katanya.
Peluang investasi juga terbuka pada sektor pertambangan mineral kritis di Queensland, mulai dari tambang yang sudah beroperasi hingga tahap pengolahan.
“Queensland memiliki 50 jenis mineral kritis yang sedang kami kembangkan sebagai negara bagian. Kami mencari investasi masuk mulai dari tambang yang sudah beroperasi hingga tahap pengolahan. Mineral kritis yang kami miliki akan sangat cocok dengan ekosistem yang dimiliki Indonesia,” jelasnya.


Selain investasi, peluang kerja sama juga terbuka melalui transfer pengetahuan. Untuk membangun kerja sama tersebut, komunikasi antara kedua pihak menjadi langkah awal dalam membuka peluang kolaborasi.
“Dalam hal transfer pengetahuan dan kerja sama, saya rasa kerja sama dimulai dengan percakapan. Oleh karena itu, organisasi seperti Trade and Investment Queensland hadir untuk memfasilitasi percakapan antara kedua belah pihak. Jadi, semuanya dimulai dengan percakapan, dan dari situ kami membangun hubungan,” pungkasnya. (Tubagus)












































