Beranda Asosiasi Pertambangan APNI dan Pelaku Tambang Swedia Bahas Strategi Wujudkan Pertambangan Berkelanjutan

APNI dan Pelaku Tambang Swedia Bahas Strategi Wujudkan Pertambangan Berkelanjutan

111
0
Sekum APNI, Meidy Katrin Lengkey (tengah) menjadi key discussant diapit Head of Sustainability Nickel Industries Limited, Muchtazar (kiri) dan CEO IISM, Rezki Syahrir (Foto: MNI/Uyun)

NIKEL.CO.ID, JAKARTASwedia-Indonesia Sustainability Partnership (SISP) menggelar kegiatan Turning Mine Decarbonisation Ambition into Practical Site-Level Action, di Park Hyatt, Jakarta, Selasa (8/9/2026). Kegiatan tersebut dirancang sebagai forum diskusi tertutup yang menitikberatkan pada pengalaman praktis pelaku industri.

Indonesia dan Swedia memperkuat kerja sama di sektor pertambangan melalui pengembangan digitalisasi, elektrifikasi, efisiensi operasional, pengurangan emisi, dan penerapan praktik pertambangan berkelanjutan. Kerja sama ini menjadi bagian dari SISP Mining Program, yang selanjutnya diarahkan untuk mendorong implementasi berbagai prioritas transformasi di tingkat operasional tambang.

Dalam sesi industri, operator pertambangan, kontraktor, pemerintah, serta perusahaan teknologi dan mitra pendukung dari Indonesia dan Swedia membahas langkah konkret untuk meningkatkan kinerja operasional sekaligus menekan emisi.

Asosiasi Penambang Nikel Indonesia (APNI) turut berpartisipasi dalam agenda tersebut. Sekretaris Umum (Sekum) Asosiasi Penambang Nikel Indonesia (APNI), Meidy Katrin Lengkey, menjadi salah satu pembahas utama (key discussants) dalam diskusi bertajuk “How Swedish Mine Operators Turn Strategic Ambition into Sustainable and Competitive Mining”.

Sesi tersebut para pembicara membahas langkah praktis perusahaan tambang Swedia dalam mengimplementasikan transformasi pertambangan berkelanjutan dan kompetitif. Selain itu, mereka juga membincangkan bagaimana perusahaan tambang menentukan prioritas strategis, mengambil keputusan investasi, memperkenalkan teknologi baru, hingga mengatasi berbagai hambatan dalam proses implementasi.

Pembahasan juga mencakup bagaimana praktik dan teknologi yang telah berhasil diterapkan dapat diperluas atau direplikasi untuk meningkatkan kinerja operasional secara berkelanjutan. Topik tersebut menjadi penting karena transformasi pertambangan tidak hanya berkaitan dengan penerapan teknologi, tetapi juga membutuhkan keputusan bisnis yang tepat agar investasi keberlanjutan mampu memberikan nilai tambah terhadap produktivitas dan daya saing perusahaan.

Diskusi dimoderatori oleh Founder and CEO Indonesian Initiative for Sustainable Mining (IISM), Rezki Syahrir, dengan pembicara CEO of Viscaria, Jorgen Olsson, serta pemangku kepentingan dari industri pertambangan Indonesia sebagai key discussants, yaitu Sekum APNI dan dan Head of Sustainability Nickel Industries Limited, Muchtazar.

Keterlibatan para pelaku industri Indonesia memberikan perspektif mengenai tantangan yang dihadapi sektor pertambangan nasional, sekaligus membuka ruang untuk membandingkan pendekatan transformasi yang dilakukan operator tambang Swedia dengan kebutuhan dan kondisi di Indonesia. (Fi Yun)