Beranda Korporasi Perkuat Efisiensi dan Kinerja Lingkungan, PLTU Qing Kota Metal Manfaatkan Teknologi Supercritical...

Perkuat Efisiensi dan Kinerja Lingkungan, PLTU Qing Kota Metal Manfaatkan Teknologi Supercritical Boiler

87
0
Penerapan teknologi supercritical boiler pada PLTU milik PT Qing Kota Metal memperkuat efiensi dan pengelolaan lingkungan (Foto: Dok. IMIP)

NIKEL.CO.ID, MOROWALI — Upaya meningkatkan efisiensi energi sekaligus memperkuat pengelolaan lingkungan terus dilakukan PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP). Salah satu langkah yang ditempuh adalah melalui penerapan teknologi supercritical boiler pada pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) milik PT Qing Kota Metal (QKM), tenant di IMIP, dengan kapasitas pembangkit mencapai 380 megawatt (MW).

Pemanfaatan teknologi tersebut menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam menghadirkan sistem pembangkitan listrik yang lebih efisien. Selain mampu mengoptimalkan penggunaan bahan bakar, teknologi ini juga berkontribusi terhadap penurunan emisi gas buang dan berkurangnya limbah hasil pembakaran.

Deputi Manajer Departemen Environmental PT IMIP, Mardhika Lunaria Jenned, menerangkan, PLTU PT Qing Kota Metal mengoperasikan sistem supercritical yang bekerja menggunakan tekanan dan temperatur uap melampaui titik kritis air. Dibandingkan pembangkit berteknologi subkritis, sistem ini dapat memanfaatkan energi panas secara lebih maksimal karena tidak lagi melalui proses pendidihan maupun pemisahan fase air dan uap yang berpotensi menyebabkan kehilangan energi.

Peningkatan efisiensi termal menjadi salah satu keunggulan utama teknologi tersebut. Jika PLTU subkritis umumnya memiliki efisiensi sekitar 33–39%, maka teknologi supercritical mampu mencapai kisaran 38–45%. Kondisi ini membuat kebutuhan batu bara menjadi lebih rendah untuk menghasilkan daya listrik dalam jumlah yang sama, sehingga penggunaan energi menjadi lebih hemat dan produktif.

Menurut Mardhika, keuntungan teknologi ini tidak hanya dirasakan dari sisi operasional, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap lingkungan. Konsumsi batu bara yang lebih efisien turut menekan emisi karbon dioksida (CO₂), sulfur dioksida (SO₂), nitrogen oksida (NOx), dan partikulat. Oleh karena itu, teknologi supercritical dinilai sangat sesuai digunakan pada pembangkit listrik berkapasitas besar karena mampu menjaga keseimbangan antara produktivitas dan aspek keberlanjutan.

“Untuk memastikan seluruh aktivitas pembangkitan memenuhi standar lingkungan yang berlaku, PLTU PT Qing Kota Metal dilengkapi dengan berbagai sistem pengendalian pencemaran udara modern. Fasilitas tersebut meliputi flue gas desulfurization (FGD) untuk mengendalikan emisi sulfur dioksida serta electrostatic precipitator (ESP) dan bag house filter untuk mengurangi emisi partikulat dari proses pembakaran,” katanya, sebagaimana keterangan pers yang diterima Media Nikel Indonesia (www.nikel.co.id), Senin (13/7/2026).

Gambar ini memiliki atribut alt yang kosong; nama berkasnya adalah IKLAN-online-DTI-1024x341.jpg

Hasil pemantauan kualitas emisi menunjukkan bahwa kinerja lingkungan pembangkit berada dalam kondisi yang baik. Selama semester II tahun 2025, kadar sulfur dioksida tercatat sebesar 129,9 mg/Nm³, nitrogen oksida 146,9 mg/Nm³, partikulat 24,9 mg/Nm³, serta merkuri 0,022 mg/Nm³. Seluruh hasil pengukuran tersebut masih berada di bawah baku mutu yang ditetapkan melalui Permen LHK No. 15/2019.

Performa tersebut kembali dipertahankan pada semester I tahun 2026. Pemantauan menunjukkan emisi sulfur dioksida sebesar 81 mg/Nm³, nitrogen oksida 165 mg/Nm³, partikulat hanya 3 mg/Nm³, dan merkuri 0,01 mg/Nm³. Seluruh parameter tetap memenuhi ketentuan pemerintah, sekaligus mencerminkan efektivitas sistem pengendalian emisi yang diterapkan perusahaan.

Selain mengurangi emisi udara, teknologi supercritical juga memberikan manfaat dalam menekan volume limbah fly ash and bottom ash (FABA). Efisiensi pembakaran yang lebih tinggi membuat penggunaan batu bara semakin sedikit sehingga residu pembakaran yang dihasilkan pun ikut berkurang.

Gambar ini memiliki atribut alt yang kosong; nama berkasnya adalah IKLAN-OK-Indomachinary-11-13-Agustus-1024x341.jpg

“Proses pembakaran yang lebih sempurna juga mampu menekan kandungan karbon yang tidak terbakar (unburned carbon) dalam abu sehingga meningkatkan kualitas residu yang dihasilkan,” ucapnya.

Melalui penerapan teknologi tersebut, PT Qing Kota Metal berupaya menjaga keandalan pasokan listrik bagi aktivitas industri sekaligus mendukung penerapan prinsip pembangunan berkelanjutan. Langkah ini diwujudkan melalui efisiensi pemanfaatan sumber daya, pengurangan emisi, serta pengelolaan limbah yang semakin optimal.

Implementasi supercritical boiler juga menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mengadopsi inovasi pembangkit listrik yang lebih modern, efisien, dan selaras dengan kebijakan nasional terkait konservasi energi maupun perlindungan lingkungan. Optimalisasi operasional pembangkit akan terus dilakukan agar seluruh aktivitas tetap memenuhi ketentuan regulasi yang berlaku.

“Dengan kombinasi antara efisiensi energi, teknologi pengendalian emisi yang modern, serta pengurangan limbah hasil pembakaran, PLTU PT Qing Kota Metal diharapkan dapat menjadi contoh penerapan teknologi pembangkit listrik yang lebih bersih, efisien, dan berkelanjutan bagi perkembangan industri di Indonesia,” tegasnya. (Li Han)