Beranda Korporasi CNGR Indonesia Dorong Ekonomi Sirkular dalam Hilirisasi Nikel di Invirotech 2026

CNGR Indonesia Dorong Ekonomi Sirkular dalam Hilirisasi Nikel di Invirotech 2026

123
0
Director of External Relations CNGR Indonesia, Magdalena Veronika, menyampaikan presentasi pada Invirotech 2026 (Foto: Dok CNGR Indonesia)

NIKEL.CO.ID, JAKARTA — Transformasi menuju industri yang lebih berkelanjutan membutuhkan lebih dari sekadar inovasi teknologi. Diperlukan kolaborasi, komitmen, dan cara pandang baru dalam mengelola sumber daya agar pertumbuhan ekonomi dapat berjalan seiring dengan perlindungan lingkungan.

Semangat tersebut menjadi fokus utama dalam Invirotech 2026, pameran dan konferensi teknologi lingkungan yang diselenggarakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) pada 11–13 Juni 2026 di Jakarta Convention Center. 

Acara ini mempertemukan pemerintah, pelaku industri, akademisi, dan masyarakat untuk mendorong adopsi teknologi hijau serta memperkuat kolaborasi dalam menjawab tantangan lingkungan di Indonesia.

Gambar ini memiliki atribut alt yang kosong; nama berkasnya adalah IKLAN-OK-International-Critical-Minerals-Summit-Indonesia-2026-1024x341.jpg

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, CNGR Indonesia berpartisipasi dalam sesi CEO Talks bertajuk The Industrial War Room: Winning the War on Waste Through Circular Innovation, sebuah forum yang membahas peran teknologi dan inovasi dalam mendukung pengelolaan limbah yang lebih efektif sekaligus mempercepat penerapan ekonomi sirkular di sektor industri.

Dalam forum tersebut, Director of External Relations CNGR Indonesia, Magdalena Veronika, menyampaikan presentasi berjudul “From Residue to Resources – Building Circular Value in Nickel Downstreaming”. Dalam paparannya, Veronika menyoroti bagaimana industri hilirisasi nikel dapat menciptakan nilai tambah yang lebih besar melalui optimalisasi sumber daya, peningkatan efisiensi proses, dan pemanfaatan kembali residu industri sebagai bagian dari pendekatan ekonomi sirkular.

Sebagai bagian dari strategi global CNGR dalam mendukung pengembangan industri pengolahan dan pemurnian yang berkelanjutan, ungkapnya, CNGR Indonesia terus mengembangkan rantai nilai yang terintegrasi mulai dari pengelolaan sumber daya, pemrosesan, hingga produk bernilai tambah yang mendukung penguatan hilirisasi industri strategis nasional.

Gambar ini memiliki atribut alt yang kosong; nama berkasnya adalah IKLAN-online-DTI-1024x341.jpg

CNGR Indonesia juga meyakini bahwa keberhasilan hilirisasi tidak hanya ditentukan oleh investasi dan teknologi, tetapi juga oleh kesiapan talenta lokal yang mampu mengelola dan mengembangkan industri masa depan. Sebagai wujud komitmen terhadap transfer teknologi dan pengembangan sumber daya manusia, perusahaan ini menjalin kolaborasi dengan berbagai institusi pendidikan tinggi, termasuk dengan Universitas Gadjah Mada, Politeknik Energi dan Pertambangan (PEP) Bandung, serta Institut Teknologi Del. Melalui kemitraan tersebut, CNGR Indonesia turut membuka peluang pengembangan kompetensi bagi generasi muda Indonesia agar siap berkontribusi dalam sektor pertambangan, pengolahan mineral, manufaktur, dan berbagai industri strategis nasional.

Dalam presentasinya, ia juga memperkenalkan penerapan teknologi oxygen-enriched side-blown furnace (OESBF) yang memungkinkan peningkatan efisiensi energi, pengurangan emisi karbon, serta pemanfaatan kembali produk samping proses peleburan. Melalui pendekatan ini, terak (slag) hasil peleburan dapat dimanfaatkan untuk aplikasi konstruksi, sementara gas sulfur dioksida (SO₂) diolah menjadi asam sulfat yang dapat digunakan kembali dalam proses industri. Inovasi tersebut menunjukkan bagaimana prinsip ekonomi sirkular dapat diterapkan secara nyata untuk mengubah potensi limbah menjadi sumber daya yang bernilai.

“Bagi CNGR Indonesia, ekonomi sirkular bukan hanya tentang mengurangi limbah, tetapi menciptakan nilai baru dari setiap sumber daya yang digunakan. Melalui inovasi teknologi dan pengolahan yang bertanggung jawab, kami berupaya mengubah residu menjadi sumber daya yang mendukung daya saing industri sekaligus keberlanjutan lingkungan,” ujarnya sebagaimana rilis yang diterima redaksi, Rabu (24/6/2026).

Gambar ini memiliki atribut alt yang kosong; nama berkasnya adalah IKLAN-OK-Indomachinary-11-13-Agustus-1024x341.jpg

Partisipasi CNGR Indonesia dalam Invirotech 2026 mencerminkan komitmen perusahaan untuk mendukung agenda pembangunan industri yang berkelanjutan sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat hilirisasi dan pengolahan sumber daya strategis di tingkat global.

Sejalan dengan tema yang diusung, CNGR meyakini bahwa masa depan industri tak hanya ditentukan oleh apa yang dihasilkan, tetapi juga oleh bagaimana sumber daya dikelola secara efisien, dampak lingkungan diminimalkan, dan inovasi mampu menciptakan nilai jangka panjang bagi masyarakat.

Melalui kolaborasi yang erat antara pemerintah, industri, akademisi, dan masyarakat, ekonomi sirkular dapat menjadi fondasi penting dalam membangun industri Indonesia yang lebih hijau, tangguh, dan berdaya saing global. (Red/Li Han)