Beranda Daerah Ceria Jadi Role Model Pertambangan Nasional, Dorong Hilirisasi Nikel Berkelanjutan

Ceria Jadi Role Model Pertambangan Nasional, Dorong Hilirisasi Nikel Berkelanjutan

465
0
Kadisperindag Sulawesi Tenggara, Sukanto Toding (ketiga dari kana)n, mendengarkan paparan dari pihak Ceria Corp ketika melakukan kunjungan kerja ke site operasional Ceria di Kecamatan Wolo (Foto: Dok Ceria)
Gambar ini memiliki atribut alt yang kosong; nama berkasnya adalah ICM-SMM-3-5-JUNI-2026-1024x341.jpg

NIKEL.CO.ID, KOLAKA — Perusahaan tambang dan pengolahan nikel dalam negeri, Ceria Corp, dinilai layak menjadi role model pertambangan nasional berbasis hilirisasi berkelanjutan.

Penilaian itu disampaikan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sulawesi Tenggara, Sukanto Toding, saat melakukan kunjungan kerja ke site operasional Ceria di Kecamatan Wolo, Kabupaten Kolaka, pada 5 Mei 2026. Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mempercepat pengembangan hilirisasi industri di Sulawesi Tenggara, sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah dan pelaku industri strategis nasional.

Sukanto menegaskan, kunjungan tersebut merupakan tindak lanjut dari interaksi sebelumnya saat pihaknya mengunjungi booth Ceria dalam ajang Pameran Harmoni HUT Sultra 2026 di Kendari akhir April lalu.

“Tujuan kami datang ke Ceria kali ini adalah untuk membuktikan kesan positif yang kami peroleh saat Pameran HUT Sultra beberapa waktu lalu bahwa Ceria Corp layak menjadi salah satu role model dalam penerapan good mining practice yang mencakup tiga parameter utama, yaitu environmental, social, and governance (ESG),” ujar Sukanto, sebagaimana keterangan yang diterima redaksi, Kamis (6/5/2026).

Gambar ini memiliki atribut alt yang kosong; nama berkasnya adalah IKLAN-ok-Cobalt-Congress-12-13-Mei-26-1024x341.jpg

Ia juga mengapresiasi posisi Ceria sebagai perusahaan penanaman modal dalam negeri (PMDN) karya anak bangsa yang berhasil mengembangkan industri dari hulu hingga hilir, termasuk mengoperasikan Smelter Merah Putih serta melakukan ekspor produk bernilai tambah.

“Kami bisa melihat langsung seluruh rantai proses bisnis Ceria Corp dari hulu hingga hilir. Ini menunjukkan bahwa Ceria sebagai perusahaan di Sulawesi Tenggara yang benar-benar berkomitmen menjadi bagian penting dalam pembangunan ekonomi daerah,” ungkapnya.

Dalam pameran sebelumnya, Ceria memaparkan perjalanan perusahaan sejak 2017 hingga 2025, termasuk implementasi praktik pertambangan yang baik, pengembangan smelter berbasis teknologi rectangular rotary kiln electric furnace (RKEF), hingga berbagai program keberlanjutan berbasis ESG.

Capaian perusahaan juga mencakup aspek ketenagakerjaan, program pengembangan dan pemberdayaan masyarakat (PPM), serta pembinaan UMKM lokal. Tak hanya itu, Ceria turut meraih Proper Hijau sebagai bentuk pengakuan atas kinerja pengelolaan lingkungan yang melampaui standar kepatuhan.

Secara terpisah, Head of Corporate Communication of Ceria Corp, Adriantito Salim Lamo, menjelaskan, partisipasi perusahaan dalam pameran merupakan bagian dari strategi komunikasi publik yang menekankan transparansi dan edukasi kepada masyarakat.

Gambar ini memiliki atribut alt yang kosong; nama berkasnya adalah EV-2026-1024x341.jpeg

“Partisipasi kami di Pameran Harmoni Sultra merupakan upaya untuk memberikan pemahaman yang utuh kepada masyarakat mengenai bagaimana industri nikel dijalankan secara berkelanjutan, sekaligus menunjukkan bagaimana Ceria tumbuh dan berkembang bersama masyarakat sekitar,” singkap Adriantito.

Ia juga mengapresiasi kunjungan langsung pemerintah daerah ke lokasi operasional perusahaan sebagai bentuk keterlibatan aktif dalam memahami praktik industri di lapangan.

“Bagi kami, kehadiran Bapak Kadis Perindag menjadi ruang dialog yang sangat positif. Dengan melihat langsung proses operasional, diharapkan terbangun pemahaman yang lebih utuh sehingga sinergi antara pemerintah dan industri dapat terus diperkuat secara berkesinambungan,” tuturnya.

Sebagai proyek strategis nasional (PSN), Ceria menegaskan komitmennya dalam mendukung agenda hilirisasi mineral nasional. Langkah ini sejalan dengan visi Prabowo Subianto dalam program Asta Cita yang menekankan kemandirian ekonomi melalui industrialisasi dan peningkatan nilai tambah sumber daya alam di dalam negeri.

Melalui kolaborasi yang erat antara pemerintah dan dunia usaha, kehadiran Ceria diharapkan tidak hanya memperkuat daya saing industri nikel nasional, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan di Sulawesi Tenggara. (Shiddiq)

Gambar ini memiliki atribut alt yang kosong; nama berkasnya adalah IKLAN-online-DTI-1024x341.jpg