
NIKEL.CO.ID, JAKARTA — Kebutuhan industri terhadap tenaga kerja terampil kian mendesak, tetapi kualitas lulusan vokasi dinilai belum sepenuhnya selaras dengan kebutuhan dunia kerja. Menjawab tantangan tersebut, PT United Tractors Tbk. (UT) melalui UT School kembali menjalankan program pelatihan dan sertifikasi Basic Technical Course (BTC) 2026.
Program ini resmi dibuka pada Senin (6/4/2026) di UT School Head Office, Cakung, Jakarta Timur, dan akan berlangsung hingga 20 Mei 2026. BTC 2026 diikuti oleh 20 guru SMK binaan UT (Sobat) dari berbagai wilayah Indonesia, mulai dari Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi hingga, Papua.

Corporate Social Responsibility Manager UT, Himawan Sutanto, menegaskan, program ini menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan perusahaan dalam memperkuat kualitas pendidikan vokasi agar sejalan dengan kebutuhan industri.
“Program ini merupakan bentuk komitmen UT dalam mendukung peningkatan kompetensi tenaga pendidik vokasi agar selaras dengan kebutuhan industri, sehingga dapat menciptakan lulusan yang siap kerja dan berdaya saing,” ujar Himawan, sebagaimana rilis yg diterima hari ini.

Ia menekankan, penguatan kapasitas guru menjadi kunci dalam menciptakan lulusan vokasi yang berkualitas. Pasalnya, tenaga pendidik memiliki peran strategis dalam mentransfer pengetahuan dan keterampilan yang relevan dengan perkembangan industri.
Lebih dari sekadar pelatihan, BTC 2026 juga menjadi ruang kolaborasi antara dunia pendidikan dan industri. Program ini dirancang untuk menjawab kebutuhan tenaga pendidik yang tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki wawasan praktis terkait perkembangan teknologi dengan standar industri, khususnya di sektor alat berat.

Melalui pendekatan pembelajaran yang terstruktur dan aplikatif, UT School mendorong implementasi konsep link and match secara nyata. Para peserta dibekali materi teknis dan pengalaman praktis yang dapat langsung diterapkan dalam proses belajar mengajar di sekolah.
Adapun 20 SMK yang terlibat dalam program ini meliputi SMK Istiqomah Muhammadiyah 4 Samarinda, SMK Negeri 1 Karawang, SMK Muhammadiyah 2 Genteng, SMK Negeri 5 Padang, SMK Negeri 1 Batumandi, SMK Negeri 8 Palu, SMK Negeri 1 Marangkayu, SMK PGRI 2 Geneng, SMK Harapan Timika, SMK Putra Pangkalanbun, SMK Kristen Harapan Rantepao, SMK Muhammadiyah Loa Janan, SMK Negeri 36 Jakarta, SMK PGRI 2 Ponorogo, SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi, SMK Negeri 1 Lintau Buo, SMK Ma’arif NU 1 Ajibarang, SMK Kristen Tomohon, SMK Bina Bangsa Dampit, dan SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen.

Himawan berharap, para guru yang mengikuti program ini dapat kembali ke sekolah dengan membawa perspektif baru dan mentransformasikan pengetahuan yang diperoleh kepada para siswa.
Dengan demikian, BTC 2026 tidak hanya meningkatkan kompetensi tenaga pendidik, tetapi juga menjadi bagian dari upaya strategis dalam menciptakan lulusan vokasi yang siap kerja, adaptif, dan mampu bersaing di industri nasional. (Shiddiq)






































