Beranda Daerah Menteri Bahlil: Pertumbuhan Ekonomi Malut Tinggi, Tetapi Tidak Berdampak pada Masyarakat Lokal

Menteri Bahlil: Pertumbuhan Ekonomi Malut Tinggi, Tetapi Tidak Berdampak pada Masyarakat Lokal

391
0
Menteri ESDM/Ketum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia (Foto: Dok Golkar)

NIKEL.CO.ID, JAKARTA — Pertumbuhan ekonomi yang tinggi di Maluku Utara (Malut) tidak memberikan dampak nyata masyarakat lokal. Sebagian besar pelaku usaha yang beroperasi di daerah tersebut bukan berasal dari Maluku Utara.

Pengungkapan realita tersebut bukan oleh aktivis lembaga swadaya masyarakat (LSM), melainkan pengakuan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, dalam Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Maluku Utara, di Ternate, Minggu (12/4/2026).

“Kenapa? Karena, sebagian pemainnya dikuasai oleh bukan orang Maluku Utara. Jujur, saya sedih melihat itu,” ujar Bahlil.

Ia menyebutkan, investasi besar yang masuk ke wilayah Maluku Utara, khususnya di Halmahera Timur, merupakan bagian dari pengembangan ekosistem baterai kendaraan listrik yang telah dirancang sejak dirinya masih menjabat menteri investasi.

“Menyangkut dengan Halmahera Timur, CATL (Contemporary Amperex Technology Co. Ltd., red) dan Huayou (Zhejiang Huayou Cobalt, red) ini juga saya yang bawa waktu itu, waktu  masih menjadi menteri investasi. Jadi, ekosistim baterai mobil yang akan kita bangun di Maluku Utara itu mulai dari smelter, HPAL, prosesor, katode itu akan dibangun di Haltim,” katanya.

Proyek yang melibatkan investasi dari CATL dan Huayou bernilai sekitar US$13 miliar atau lebih dari Rp200 triliun.

Di sisi lain, menteri yang juga Ketum Partai Golkar itu menyoroti masih terbatasnya peran pengusaha lokal dalam proyek-proyek tersebut- karena sebagian besar pelaku usaha yang terlibat justru bukan berasal dari Maluku Utara. Ia juga mengkritik, pola kerja pengusaha daerah dinilai belum profesional, masih berorientasi jangka pendek, serta cenderung seperti mengerjakan proyek APBD atau tim sukses, bukan membangun usaha yang berkelanjutan dan berkualitas.

“Kalau bisa kerja itu yang profesional dan jangka panjang dengan kualitas. Kalau seperti itu saya bikin rapat kerja (raker) ESDM di sini. Saya minta nanti Gubernur Maluku Utara, Gubernur Sulawesi Tenggara, Gubernur Sulawesi Tengah, dan Gubernur Sulawesi Selatan yang punya nikel kita kumpul di sini. Baru kita bahas tata kelola ke depan agar anak-anak daerah itu, harapan saya, menjadi tuan di negerinya sendiri,” tegasnya.

Ke depan, selain rencana raker ESDM tersebut, ia juga mendorong keterlibatan lebih besar pelaku usaha daerah agar masyarakat lokal dapat mengambil peran lebih signifikan dan menjadi tuan rumah di wilayahnya sendiri. (Tubagus)