

NIKEL.CO.ID, JAKARTA — Asosiasi Penambang Nikel Indonesia (APNI) menghadiri Kongres Nasional Prometindo 2026 yang diselenggarakan Asosiasi Profesi Metalurgi Indonesia (Prometindo).
Kegiatan dengan tema “Refined Under Pressure: Elevating the Metallurgical Profession for the Next Decade” menjadi forum untuk membahas arah perkembangan dan transformasi profesi metalurgi Indonesia dalam menghadapi perubahan teknologi dan kebutuhan industri mineral dan logam.
Kongres yang digelar pada Sabtu (12/9/2026) di The Darmawangsa Jakarta tersebut dihadiri Sekretaris Umum APNI, Meidy Katrin Lengkey, bersama sejumlah akademisi, peneliti, pelaku industri, BUMN, dan asosiasi profesi. Pertemuan tersebut membahas berbagai tantangan sektor metalurgi Indonesia dalam menghadapi perkembangan teknologi, hilirisasi, industrialisasi, digitalisasi, artificial intelligence (AI), transisi energi, serta tuntutan keberlanjutan.


Meidy mengungkapkan, kehadiran APNI dalam forum tersebut menjadi bagian dari keterlibatan asosiasi industri dalam pembahasan mengenai arah pengembangan sektor mineral dan logam, khususnya di tengah transformasi industri yang semakin membutuhkan penguasaan teknologi dan kompetensi sumber daya manusia.
Selain itu, forum tersebut juga mendorong penguatan kolaborasi antara perguruan tinggi, lembaga riset, industri, pemerintah, dan asosiasi profesi agar Indonesia tidak hanya menjadi pengguna teknologi dan operator industri, tetapi mampu menjadi pengembang teknologi, material, dan industri bernilai tambah tinggi secara mandiri, berkelanjutan, dan berdaya saing global. (Fi Yun)














































