Beranda Wawancara Prometindo Bidik Penguatan Kompetensi dan Industri Metalurgi

Prometindo Bidik Penguatan Kompetensi dan Industri Metalurgi

287
0
Plt. Ketua Umum Prometindo, Muhammad Hanafi (Foto: MNI/Shiddiq)

NIKEL.CO.ID, JAKARTA — Asosiasi Profesi Metalurgi Indonesia (Prometindo) menegaskan komitmennya untuk kembali memperkuat peran dalam mendorong kemajuan industri metalurgi nasional. Penguatan kompetensi sumber daya manusia (SDM), pembukaan lapangan kerja, pengembangan teknologi berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), hingga dukungan terhadap kebijakan pemerintah menjadi sejumlah agenda yang akan dijalankan Prometindo.

Hal tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt.) Ketua Umum Prometindo, Dr. Ir. Muhammad Hanafi, M.B.A, I.P.M., kepada Media Nikel Indonesia (www.nikel.co.id) di sela-sela Kongres Nasional 2026 Prometindo yang digelar di The Darmawangsa Jakarta, Sabtu (12/9/2026).

Kongres Nasional 2026 Prometindo mengusung tema “Refined Under Pressure: Elevating the Metallurgical Profession for the Next Decade”. Kongres tersebut menjadi momentum bagi Prometindo untuk kembali memperkuat peran dan kontribusinya terhadap perkembangan industri metalurgi di Indonesia.

Hanafi mengatakan, Prometindo perlu kembali hadir dan mengambil peran lebih aktif dalam mendukung kemajuan industri metalurgi nasional. Menurutnya, organisasi tersebut memiliki anggota dari berbagai latar belakang, mulai dari profesional, peneliti, hingga mahasiswa.

“Intinya, Prometindo harus muncul kembali. Kongres ini adalah momentumnya untuk kami lebih berkiprah kepada kemajuan industri, khususnya industri metalurgi,” ujarnya.

Menurut dia, keberagaman latar belakang anggota tersebut menjadi modal penting untuk membangun kolaborasi antara dunia profesi, industri, penelitian, dan pendidikan.

“Di situ, tentu saja, kalau berkolaborasi, kita secara industri ke profesi ini sangat dituntut untuk dapatkan kontribusi. Salah satu bentuk kontribusi adalah kompetensi,” katanya.

Dia mengatakan, salah satu fokus utama Prometindo ke depan adalah meningkatkan kompetensi SDM yang bekerja dan berkiprah di industri metalurgi. Kompetensi yang dibutuhkan para insinyur metalurgi tidak hanya terbatas pada kemampuan teknis. Para insinyur juga perlu memiliki kemampuan manajerial dan kepemimpinan agar mampu berkembang hingga menduduki posisi strategis, termasuk manajemen puncak di industri.

“Makanya tadi saya titik poinkan, yang pertama, ketika Prometindo ini berkiprah lagi, adalah kita fokus pada kompetensi manusia. Kompetensi para insinyur metalurgi bagaimana mencapai tidak hanya kompetensi teknis tapi sampai kompetensi untuk memegang top management di suatu industri,” lanjutnya.

Untuk mendukung peningkatan kompetensi tersebut, Prometindo akan mengembangkan berbagai program, termasuk lokakarya (workshop) bagi insinyur metalurgi maupun profesional yang berkecimpung di dunia metalurgi.

“Lebih dari itu, kami juga akan melakukan workshop-workshop untuk meningkatkan kompetensi metalurgi, para insinyur metalurgi maupun yang berkiprah di dunia metalurgi,” katanya.

Selain peningkatan kompetensi, Prometindo juga menaruh perhatian terhadap pembukaan lapangan kerja, terutama bagi lulusan baru bidang metalurgi. Ia mengatakan, Prometindo akan mendorong terciptanya kesempatan kerja sekaligus membantu lulusan baru agar dapat masuk ke dunia industri.

“Yang kedua, kita berkiprah kepada bagaimana kita membuka lapangan kerja, mendukung, men-support supaya lapangan kerja tersebut bisa dirasakan oleh adik-adik kita yang baru lulus,” katanya.

Untuk mendukung upaya tersebut, Prometindo akan bekerja sama dengan pemerintah dalam membuka jobfair. Selain itu, organisasi juga menyiapkan program 3-Minute Contest yang diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya pengembangan talenta di bidang metalurgi.

Menurut dia, pembukaan lapangan kerja menjadi salah satu bentuk kontribusi Prometindo agar lulusan baru, khususnya yang memiliki kompetensi di bidang metalurgi, memiliki akses lebih luas terhadap dunia kerja. Prometindo juga berencana terlibat dalam pengembangan produk berbasis AI yang berkaitan dengan manusia, khususnya pemetaan kepribadian melalui tulisan tangan. Pengembangan tersebut menggunakan konsep bahwa aspek kepribadian seseorang dapat dilihat melalui tulisan tangan. Teknologi AI kemudian digunakan untuk membantu membaca dan menganalisis tulisan tersebut.

“Yang ketiga, kami juga akan terlibat dalam mengembangkan suatu produk AI. Produk AI itu juga ada hubungannya kepada manusia, yang berdasarkan konsep personality itu dapat dilihat dari tulisan tangan,” katanya.

Menurut ia, pengembangan produk tersebut juga dapat digunakan untuk melihat kecocokan kepribadian antara seseorang dengan orang lain, baik dalam konteks pertemanan maupun hubungan profesional.

“Sesama teman kita, kolega kita. Jadi, ada kecocokan personality kita yang diungkap oleh tulisan tangan tadi dan itu semua dilakukan oleh AI,” ujarnya.

Keterlibatan Prometindo dalam pengembangan teknologi tersebut menjadi bagian dari upaya organisasi untuk memperluas ruang inovasi dan kolaborasi, tidak hanya dalam aspek teknis metalurgi, tetapi juga dalam pemanfaatan teknologi untuk mendukung kebutuhan manusia.

Selain meningkatkan kompetensi dan mendorong inovasi, Prometindo juga akan tetap berkontribusi dalam mendukung pemerintah, terutama dalam pembahasan kebijakan terkait sektor mineral dan logam. Ia menyebut, isu logam tanah jarang (rare earth elements) dan mineral kritis sebagai salah satu bidang yang menjadi perhatian dalam perkembangan industri mineral Indonesia.

“Nanti sebagai akhirnya kami juga akan tetap membantu pemerintah dalam merumuskan pembicaraan-pembicaraan, terutama sekarang sangat banyak di logam tanah jarang, mineral kritis dan seterusnya,” lanjutnya.

Kontribusi Prometindo dalam pembahasan kebijakan sektor mineral bukan merupakan hal baru. Sebelumnya, organisasi ini juga pernah terlibat dalam penyusunan grand strategy komunitas mineral yang berkaitan dengan kebijakan sektor tersebut. Keterlibatan tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi Prometindo dalam memberikan masukan berdasarkan perspektif profesional dan keilmuan untuk mendukung pengembangan industri mineral dan logam nasional.

Di tengah upaya memperkuat kembali peran organisasi, ia berharap jumlah anggota Prometindo dapat terus bertambah. Jumlah anggota Prometindo saat ini telah mencapai sekitar 700 orang. Namun, potensi keanggotaan masih jauh lebih besar karena ekosistem industri metalurgi melibatkan banyak pihak.

“Tadi kan saya sudah sampai ke 700 anggota dan saya rasa metalurgi lebih dari itu, pencinta metalurgi juga lebih dari itu. Yang nonmetalurgi yang bekerja di metalurgi juga pasti lebih dari itu,” katanya.

Prometindo tidak membatasi keanggotaan hanya bagi insinyur atau tenaga teknis. Semua pihak yang berkiprah di industri metalurgi dipersilakan bergabung.

“Kami tidak membatasi anggota kami harus insinyur, harus teknis, tidak. Tapi, semua mereka yang berkiprah di dunia industri metalurgi, silakan bergabung bersama kami,” tegasnya.

Menurutnya, semakin besar jumlah anggota, semakin banyak pula gagasan yang dapat dihimpun dan dikembangkan menjadi berbagai program organisasi.

“Kalau sudah kita punya asosiasi dan anggotanya lebih banyak, akan banyak ide-ide yang keluar. Maka kita akan punya banyak program lagi yang lebih dari yang saya sampaikan tadi,” ujarnya. (Shiddiq)