

NIKEL.CO.ID, JAKARTA — Asosiasi Penambang Nikel Indonesia (APNI) menghadiri undangan dari Kedutaan Besar Australia dan Austmine untuk berpartisipasi dalam rangkaian kegiatan bersama 35 perusahaan Australia di bidang mining equipment, technology and services (METS) dalam agenda Mining Indonesia 2026, di Wastin Hotel, Jakarta, Kamis (10/9/2026).
Dalam forum tersebut Sekretaris Umum (Sekum) APNI, Meidy Katrin Lengkey, hadir sebagai panelis, menyampaikan pandangan mengenai prospek sektor nikel Indonesia, kebutuhan teknologi dan jasa pertambangan, serta bidang-bidang yang berpotensi dikembangkan melalui kolaborasi dengan perusahaan METS Australia.


Selain itu, APNI juga menyampaikan pandangan mengenai prospek sektor nikel Indonesia, kebutuhan teknologi dan jasa pertambangan, serta bidang-bidang yang berpotensi dikembangkan melalui kolaborasi dengan perusahaan METS Australia.
Dalam panel diskusi tersebut Sekjen APNI tidak hanya sendiri, tetapi hadir juga Presiden Direktur PT SMG Consultants, Keith Whitechurch, Manager International Programs Austmine, Claire Chakrabarti, dan Nik Acharya, perwakilan Kedutaan Besar Australia, yang menjadi moderator. Selain itu, anggota Dewan Penasihat Pertambangan APNI, Djoko Widajatno, juga turut hadir.


Forum yang mempertemukan anggota APNI dengan perusahaan-perusahaan Australia yang berpartisipasi dalam Mining Indonesia 2026 itu diharapkan membuka peluang bagi pelaku industri pertambangan Indonesia untuk mengenal perkembangan teknologi pertambangan Australia, mengeksplorasi peluang komersial, serta membangun hubungan dengan calon pelanggan maupun mitra bisnis.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya mempertemukan kebutuhan industri pertambangan Indonesia dengan kemampuan teknologi dan jasa pertambangan Australia, khususnya dalam mendukung peningkatan efisiensi, inovasi, dan produktivitas operasional. (Fi Yun)
Asosiasi Penambang Nikel Indonesia, APNI, Kedutaan Besar Australia, Austmine, mining equipment technology and services (METS), Mining Indonesia 2026, Meidy Katrin Lengkey, SMG Consultants, Keith Whitechurch, Claire Chakrabarti, Nik Acharya, Djoko Widajatno,












































