

NIKEL, CO.ID, JAKARTA — Satuan Tugas (Satgas) Hilirisasi menyiapkan studi kelayakan awal atau pre-feasibility study (pra-FS) untuk komoditas strategis berdasarkan data yang tersedia. Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ahmad Erani Yustika, mengatakan, proses tersebut dilakukan setelah data dasar dibahas melalui serangkaian rapat internal Satgas Hilirisasi dan mendapat persetujuan presiden.
“Satgas Hilirisasi selalu membuat berdasarkan dengan data-data yang tersedia. Kemudian tim Satgasnya membuat pertemuan-pertemuan, rapat-rapat,” kata Erany saat ditemui wartawan usai salat Jumat di Sekretariat Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (4/9/2026).

Menurut dia, setelah data dasar tersedia, hasil pembahasan Satgas akan dilaporkan kepada presiden melalui Ketua Satgas Hilirisasi yang juga Menteri ESDM.
“Setelah Bapak Presiden memberikan lampu hijau untuk diteruskan, maka kami membuat pra-FS-nya,” ujarnya.

Ia menjelaskan, hasil pra-FS selanjutnya akan disampaikan untuk dilakukan pendalaman sebagai bagian dari proses pengembangan hilirisasi. Proses tersebut berlaku untuk hampir seluruh komoditas yang telah masuk dalam daftar 28 komoditas strategis. Namun, peluang pengembangan juga masih terbuka untuk komoditas di luar daftar tersebut.
“Itu untuk hampir semua komoditas yang sudah masuk kategori dalam 28 komoditas strategis tadi, walaupun masih dimungkinkan di luar itu. Jadi, sudah ada koridor-koridornya,” pungkasnya. (Shiddiq)











































