
NIKEL.CO.ID, JAKARTA — Perkumpulan Jaringan Cerdas Indonesia (PJCI) mendorong pengembangan smart grid sebagai bagian penting dari transformasi sistem tenaga listrik di Indonesia. Pengembangan jaringan listrik cerdas dinilai dapat memperkuat ketahanan energi sekaligus mendukung penggunaan teknologi digital dan energi berkelanjutan.
Ketua Umum PJCI, Arsyadany G. Akmalaputri, menyampaikan hal tersebut dalam Simposium PJCI yang menjadi bagian dari rangkaian Indonesia Energy & Engineering (IEE) Series – Energy Week 2026, di Gedung Pusat Niaga, JIExpo Kemayoran, Jakarta, Rabu (2/9/2026).
Menurut Arsyadany, transformasi sistem tenaga listrik tidak lagi sebatas membangun jaringan untuk menyalurkan listrik, tetapi harus diarahkan menjadi sistem yang lebih cerdas, adaptif, dan mampu merespons perubahan secara cepat.


“Dulu kita membangun jaringan untuk mengalirkan listrik. Hari ini kita membangun sistem energi yang cerdas, adaptif, tidak hanya kuat, dan memastikan Indonesia tetap tumbuh,” ujarnya dalam sambutannya.
Ia mengatakan, pengembangan jaringan listrik generasi berikutnya perlu didukung oleh jaringan yang lebih luas, teknologi digital, serta inovasi di sektor energi. Pemanfaatan teknologi tersebut juga diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan energi kepada masyarakat.
Dia menekankan, sedikitnya tiga aspek yang perlu menjadi perhatian dalam transformasi energi, yakni energy security, energy economy, dan energy sustainability.


“Transformasi energi ini harus dapat menjawab energy security, energi harus tersedia secara aman dan andal untuk mengantisipasi sistem secara cepat dan kukuh,” katanya.
Selain ketahanan energi, dia menilai, aspek ekonomi juga penting agar transformasi energi mampu menghadirkan solusi yang efisien. Sementara aspek keberlanjutan diperlukan untuk memastikan sistem energi tetap mampu memenuhi kebutuhan generasi mendatang.
“Yang ketiga adalah energy sustainable, yakni energi harus ditanggung untuk masa depan, hijau dalam sebuah energi transformasi sistem tenaga listrik,” ujarnya.

Karena itu, PJCI mengajak pemerintah, akademisi, peneliti, pelaku industri, dan pemangku kepentingan lainnya memperkuat kolaborasi dalam membangun jaringan listrik cerdas.
“Mari kita bersama-sama membangun smart grid, untuk energi yang lebih bertanggung jawab, lebih merata, dan lebih berkelanjutan,” katanya.
Simposium PJCI tersebut berlangsung bersamaan dengan pembukaan dan exhibition tour Electric & Power Indonesia, yang menjadi bagian dari IEE Series – Energy Week 2026. (Shiddiq)









































