


NIKEL.CO.ID, DEPOK — Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) memperingati World Lake Day (WLD) 2026 di Taman Firdaus, Universitas Indonesia, Depok, Kamis (27/8/2026). Peringatan tahun ini mengusung tema “Healthy Lakes, Saving Generations” dan menekankan pentingnya perlindungan serta pengelolaan danau secara berkelanjutan.
Utusan Khusus Sekretaris Jenderal PBB untuk Air, Retno Lestari Priansari Marsudi, mengatakan, peringatan WLD tidak cukup dimaknai sebagai seremoni, tetapi harus menjadi momentum untuk mendorong aksi nyata dalam menjaga ekosistem danau.
“Bukan hanya penetapan hari danau, tapi bagaimana kita memaknai, bagaimana kita take action untuk memproteksi dan untuk mengelola secara berkelanjutan danau-danau ini,” kata Retno.

Menurut dia, danau memiliki peran strategis sebagai salah satu sumber air. Karena itu, berbagai tantangan yang dihadapi danau harus menjadi bagian dari upaya global dalam menghadapi krisis air.
“Danau ini merupakan salah satu sumber air. Saat yang sama, sekarang kalau bicara mengenai air maka kita menghadapi sebuah tantangan yang sangat besar mengenai masalah air dunia,” ujarnya.
Mantan Menteri Luar Negeri RI ini menegaskan, perlindungan dan pengelolaan danau membutuhkan kerja sama lintas negara. Ada tujuan bersama yang harus didorong, yakni melindungi dan mengelola danau secara berkelanjutan.

“Intinya, tantangan yang dihadapi danau-danau di dunia pasti berbeda, tapi ada satu goal yang sama, yaitu memproteksi dan mengelola secara sustainable,” katanya.
Ia menyebut kerja sama internasional, penguatan kapasitas, pembiayaan, investasi, serta pertukaran pembelajaran menjadi sejumlah aspek penting dalam menjaga keberlanjutan danau.
“Kita terus mendorong kerja sama internasional, termasuk capacity building dari masing-masing negara. Kemudian kita bicara mengenai financing, investment, dan lesson learned,” tuturnya.

Diplomat Indonesia kelahiran 27 November 1962 itu juga menilai Indonesia memiliki peluang untuk terus memperkuat kepemimpinannya dalam isu air, termasuk pengelolaan danau, di tingkat global.
“Indonesia sudah memulai kepemimpinannya, maka kita yakin bahwa Indonesia akan melanjutkan kepemimpinannya tidak hanya di bidang danau, tetapi air secara keseluruhan,” katanya.
Puncak peringatan WLD 2026 ditandai dengan prosesi penanaman pohon mangga secara simbolis. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pesan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam menjaga lingkungan dan keberlanjutan ekosistem air tawar. (Shiddiq)









































