Beranda Korporasi Nurseri Mandiri IMIP Perkuat Konservasi Keanekaragaman Hayati Lokal

Nurseri Mandiri IMIP Perkuat Konservasi Keanekaragaman Hayati Lokal

90
0
Nurseri IMIP bukan hanya menjadi pusat produksi tanaman, tetapi juga menjadi pusat konservasi, inovasi, dan pengelolaan sumber daya hayati yang berkelanjutan (Foto: Dok. IMIP)

NIKEL.CO.ID, MOROWALI — Upaya penghijauan di kawasan industri PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) terus diperkuat melalui pengelolaan nurseri secara mandiri. Fasilitas pembibitan yang berada di kawasan Edupark tersebut kini tidak hanya menghasilkan tanaman untuk kebutuhan ruang terbuka hijau (RTH), tetapi juga dikembangkan sebagai pusat konservasi dan penyedia benih tanaman lokal.

Nurseri yang dikelola Departemen Lingkungan (Environmental Department) PT IMIP itu mampu memproduksi lebih dari 80.000 bibit setiap tahun. Bibit yang dihasilkan mencakup berbagai jenis pohon peneduh, tanaman hias, vegetasi hijau, hingga tanaman bakau (mangrove) yang memiliki peran sebagai penyerap karbon atau blue carbon sink.

Produksi bibit tersebut dimanfaatkan untuk mendukung penghijauan di kawasan IMIP yang memiliki luas sekitar 1.937,9 hektare. Sampai saat ini, sekitar 53 jenis tanaman telah diperbanyak dan disalurkan untuk ditanam di berbagai lokasi RTH di lingkungan kawasan industri.

Lebih jauh, kemandirian nurseri mulai diperkuat melalui program bank benih yang telah dijalankan sejak awal 2026. Program ini dilakukan dengan mengumpulkan benih dari berbagai tanaman yang tumbuh di lingkungan kawasan perusahaan, termasuk jenis tanaman lokal dan endemik.

Staf Nurseri Departmen Lingkungan PT IMIP, Rian Hakim, mengatakan, benih yang terkumpul selanjutnya menjalani sejumlah tahapan sebelum disimpan sebagai persediaan. Proses tersebut meliputi pengolahan, pengeringan, pengemasan, hingga penyimpanan benih untuk digunakan dalam kegiatan pembibitan berikutnya.

“Melalui program ini diharapkan kebutuhan benih dapat dipenuhi secara mandiri sehingga mengurangi ketergantungan pada sumber dari luar. Ini juga bentuk upaya PT IMIP dalam menjaga konservasi keanekaragaman hayati lokal,” ujar Rian, melalui keterangan pers yang diterima Media Nikel Indonesia (www.nikel.co.id), Kamis (20/8/2026).

Menurut dia, keberadaan nurseri menjadi salah satu bagian dari strategi lingkungan IMIP yang tidak sebatas melakukan penghijauan di dalam kawasan. Bibit yang telah siap tanam juga disalurkan melalui sejumlah skema, termasuk untuk penghijauan di jalur transportasi dan taman-taman yang tersebar di kawasan industri. Bibit juga diberikan kepada tenant untuk memenuhi kebutuhan penghijauan di area RTH masing-masing perusahaan. Skema lainnya adalah penyaluran bibit kepada masyarakat di luar kawasan.

Bagaimana bila masyarakat membutuhkan bibit tanaman dari nurseri IMIP? Mudah. Ia menjelaskan, masyarakat yang membutuhkan bibit dapat mengajukan surat melalui pemerintah daerah. Mekanisme tersebut digunakan untuk keperluan administrasi sekaligus pencatatan jenis tanaman dan lokasi penyalurannya.

Ke depan, pengelolaan nurseri juga diarahkan semakin ramah lingkungan. Salah satu target yang tengah disiapkan adalah menghentikan penggunaan polybag plastik sekali pakai dan menggantinya dengan polipot yang dapat digunakan secara berulang. Langkah ini diharapkan dapat menekan timbulan sampah plastik sekaligus memperkuat penerapan prinsip ekonomi sirkular dan keberlanjutan dalam operasional perusahaan.

Tidak berhenti pada produksi bibit, PT IMIP juga berupaya menjadikan nurseri sebagai fasilitas yang mampu memenuhi kebutuhan operasionalnya secara mandiri. Salah satunya melalui pengembangan bahan pengendali hama dan penyakit tanaman berbasis bahan alami. Bahan herbal akan dimanfaatkan untuk menghasilkan insektisida maupun herbisida nabati yang dapat digunakan dalam pemeliharaan tanaman di nurseri dan area penghijauan.

“Dengan langkah ini, nurseri PT IMIP diharapkan tidak hanya menjadi pusat produksi tanaman, tetapi juga menjadi pusat konservasi, inovasi, dan pengelolaan sumber daya hayati yang berkelanjutan,” tandasnya.

Pengembangan nurseri dan bank benih tersebut sekaligus memperluas peran penghijauan dalam strategi lingkungan IMIP. Selain mempercantik kawasan industri, keberadaan vegetasi juga diarahkan untuk mendukung penyerapan karbon, rehabilitasi lingkungan, serta mempertahankan keberadaan flora lokal di sekitar kawasan industri berbasis nikel tersebut. (Li Han)