Beranda Berita Nasional Whitesky Group dan SkyDrive Perkenalkan eVTOL di Indonesia, Dorong Masa Depan Mobilitas...

Whitesky Group dan SkyDrive Perkenalkan eVTOL di Indonesia, Dorong Masa Depan Mobilitas Udara

106
0
Denon Prawiraatmadja bersama koleganya saat peluncuran SkyDrive (Foto: MNI/Shiddiq)

NIKEL.CO.ID, JAKARTA – Indonesia tetap menggiurkan bagi negara lain untuk memasarkan produk-produknya. Progres pembangunan, demografi, dan geografi negara khatulistiwa ini menjadi pasar beragam produk, termasuk produk berteknologi tinggi (high tech), seperti kendaraan udara listrik lepas landas dan mendarat vertikal (electric Vertical Take-Off and Landing/eVTOL).  

Menurut CEO Whitesky Group, Denon Prawiraatmadja, Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi pasar utama pengembangan kendaraan eVTOL saat membuka acara Welcoming The Future of Air Mobility, di Heliport Cengkareng, Jakarta, Selasa (23/6/2026). Whitesky Group adalah holding company terkemuka di Indonesia yang bergerak di bidang layanan aviasi, transportasi udara, dan pengelolaan infrastruktur.

Dalam peluncuran SkyDrive, Denon mengatakan kehadiran prototipe skala penuh eVTOL buatan Jepang itu menjadi momentum penting bagi pengembangan ekosistem transportasi udara masa depan di Indonesia.

Gambar ini memiliki atribut alt yang kosong; nama berkasnya adalah IKLAN-OK-International-Critical-Minerals-Summit-Indonesia-2026-1024x341.jpg

“Hari ini adalah hari yang khusus Whitesky Indonesia dan SkyDrive. SkyDrive merupakan salah satu eVTOL yang diproduksi di Jepang dan menjadi pengembangan dari helikopter yang saat ini banyak digunakan di Indonesia untuk mendukung berbagai sektor industri,” ungkapnya.

Teknologi eVTOL, katanya menjelaskan, berpotensi mendukung berbagai sektor strategis nasional, mulai dari pertambangan, perkebunan hingga pariwisata. Sebagai negara kepulauan, Indonesia membutuhkan sistem transportasi yang mampu meningkatkan konektivitas antarwilayah secara efisien.

“Kalau kita melihat Indonesia sebagai negara kepulauan, maka sektor transportasi sangat dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Tanpa konektivitas, baik untuk orang maupun barang, pertumbuhan ekonomi akan menjadi tidak efisien dan kurang produktif,” ujarnya.

Menurut pengusaha bernama lengkap Denon Berriklinsky Prawiraatmadja itu, Indonesia menjadi negara pertama yang dipilih SkyDrive untuk menampilkan prototipe penuh eVTOL di luar Jepang. Hal itu menunjukkan besarnya potensi pasar Indonesia bagi pengembangan mobilitas udara masa depan.

“Indonesia dipilih sebagai negara pertama oleh SkyDrive untuk menampilkan eVTOL mereka. Saya percaya SkyDrive memiliki alasan kuat karena Indonesia memiliki peluang yang sangat besar bagi bisnis eVTOL dan helikopter untuk mendukung berbagai sektor ekonomi,” tuturnya.

Selain sektor pertanian dan pertambangan, industri pariwisata juga dapat memanfaatkan moda transportasi udara berbasis lepas landas vertikal tersebut. Karena itu, Indonesia perlu mulai menyiapkan infrastruktur, regulasi, prosedur, dan ekosistem pendukung agar teknologi eVTOL dapat beroperasi secara aman.

Gambar ini memiliki atribut alt yang kosong; nama berkasnya adalah IKLAN-online-DTI-1024x341.jpg

“Dalam waktu dekat kita harus siap mempersiapkan seluruh infrastruktur, sistem, prosedur, dan ekosistem untuk mendukung operasional eVTOL di Indonesia,” ujarnya.

Tentu saja, sambungnya, sertifikasi pesawat harus terlebih dahulu diselesaikan oleh negara produsen, yakni Jepang, sebelum eVTOL dapat beroperasi di negara lain. Langkah tersebut diperlukan untuk memastikan seluruh aspek keselamatan dan tanggung jawab produsen terpenuhi.

Ia menjelaskan, eVTOL merupakan generasi berikutnya dari helikopter yang saat ini digunakan secara luas. Perkembangan teknologi penerbangan menunjukkan peralihan bertahap dari sistem mekanis menuju sistem digital dan elektrifikasi.

“Saat ini helikopter masih beroperasi dengan sistem mekanis yang dikendalikan secara digital. Dalam waktu yang tidak lama lagi, helikopter akan secara bertahap digantikan oleh eVTOL,” katanya.

Gambar ini memiliki atribut alt yang kosong; nama berkasnya adalah IKLAN-OK-Indomachinary-11-13-Agustus-1024x341.jpg

Selain menawarkan teknologi yang lebih modern, biaya operasional eVTOL berpotensi lebih rendah dibandingkan helikopter konvensional sehingga dapat meningkatkan efisiensi dunia usaha.

“Saya pikir eVTOL jauh lebih murah dibandingkan helikopter. Semakin efisien biaya operasional, semakin baik bagi perusahaan untuk mendukung pertumbuhan bisnis mereka,” ujarnya.

Melalui pengenalan teknologi SkyDrive di Indonesia, Whitesky Group berharap pengembangan ekosistem mobilitas udara baru dapat memperkuat konektivitas nasional sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi di berbagai sektor. (Shiddiq)