Beranda Korporasi Antam Raih Tiga Indeks ESG Kehati, Perkuat Komitmen Bisnis Berkelanjutan

Antam Raih Tiga Indeks ESG Kehati, Perkuat Komitmen Bisnis Berkelanjutan

29
0
Antam memastikan keberlanjutan salah satunya dengan pembibitan pohon untuk ditanam di lahan bekas tambang )Foto: Dok. Antam)
Gambar ini memiliki atribut alt yang kosong; nama berkasnya adalah IKLAN-online-DTI-1024x341.jpg

NIKEL.CO.ID, JAKARTA – Komitmen kuat PT Aneka Tambang Tbk (Antam) dalam menerapkan prinsip environment, social, and governance (ESG) di seluruh lini bisnis membuahkan pengakuan dengan masuknya Antam ke dalam tiga indeks ESG Keanekaragaman Hayati Indonesia (Kehati).

ESG Kehati merupakan kelompok indeks saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dikembangkan bersama Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia. Indeks ini digunakan untuk memantau kinerja perusahaan yang dinilai unggul dalam penerapan prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG).

“Pengakuan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kinerja ESG sekaligus memperkuat kontribusi Antam dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di Indonesia,” ungkap Direktur Utama Antam, Untung Budiharto, di Jakarta, Senin (22/6/2026).

Menurut Untung, penerapan ESG dan keberlanjutan bukan sekadar aspek kepatuhan, melainkan bagian integral dari strategi bisnis jangka panjang perusahaan.

“Masuknya Antam dalam ketiga indeks ESG Kehati tersebut merupakan refleksi atas komitmen perseroan dalam menyeimbangkan pertumbuhan bisnis dengan penciptaan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan,” katanya.

Gambar ini memiliki atribut alt yang kosong; nama berkasnya adalah IKLAN-OK-Indomachinary-11-13-Agustus-1024x341.jpg

Tiga indeks yang diraih Antam meliputi Indeks SRI Kehati, ESG Quality 45 IDX Kehati, dan ESG Sector Leaders IDX Kehati. Ketiga indeks tersebut memberikan apresiasi kepada perusahaan yang menunjukkan kinerja unggul dalam aspek keberlanjutan, kualitas tata kelola, dan penciptaan nilai ekonomi berkelanjutan.

Antam dinilai berhasil mengintegrasikan prinsip ESG ke dalam strategi bisnis, pengelolaan risiko, dan proses pengambilan keputusan perusahaan. Pengakuan ini juga memperkuat kepercayaan investor dan para pemangku kepentingan terhadap komitmen Antam dalam menjalankan praktik pertambangan yang bertanggung jawab serta mendukung pengembangan industri mineral nasional yang berkelanjutan.

Dalam implementasi ESG, Antam terus menjalankan berbagai inisiatif keberlanjutan di seluruh wilayah operasional, antara lain pengurangan emisi gas rumah kaca, pengendalian pencemaran lingkungan, reklamasi lahan pascatambang, konservasi keanekaragaman hayati, pengembangan masyarakat, serta penguatan tata kelola perusahaan yang transparan dan akuntabel.

“Upaya-upaya tersebut sejalan dengan komitmen perseroan untuk mendukung target pembangunan berkelanjutan dan agenda transisi menuju ekonomi rendah karbon,” ujarnya.

Antam juga berkomitmen memperkuat implementasi ESG di seluruh rantai bisnis perusahaan, mulai dari kegiatan eksplorasi, penambangan, pengolahan dan pemurnian, penjualan dan pemasaran, hingga kegiatan pascatambang dan pengembangan proyek hilirisasi mineral.

“Langkah ini dilakukan untuk memastikan pertumbuhan perusahaan yang berkelanjutan sekaligus menciptakan nilai tambah bagi masyarakat, lingkungan, dan perekonomian nasional,” pungkasnya.

Sebelumnya, Antam ditetapkan oleh BEI sebagai konstituen tiga indeks ESG Kehati pada 21 Mei 2026. Penetapan tersebut dikonfirmasi melalui surat resmi dari Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia tertanggal 9 Juni 2026. Antam dinilai memiliki komitmen kuat dalam menerapkan pengelolaan perusahaan berkelanjutan dengan memperhatikan aspek ESG secara konsisten di seluruh kegiatan operasional dan bisnis perseroan. (Shiddiq)