Beranda Berita Nasional Kemenperin Matangkan Insentif Kendaraan Listrik untuk Jaga Pertumbuhan Industri Otomotif

Kemenperin Matangkan Insentif Kendaraan Listrik untuk Jaga Pertumbuhan Industri Otomotif

81
0
Menteri Agus Gumiwang Kartasasmita (Foto: MNI/Fi Yun)
Gambar ini memiliki atribut alt yang kosong; nama berkasnya adalah IKLAN-OK-International-Critical-Minerals-Summit-Indonesia-2026-1024x341.jpg

NIKEL.CO.ID, JAKARTA — Skema insentif baru untuk kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) saat ini masih dimatangkan pemerintah guna menjaga momentum pertumbuhan industri otomotif nasional di tengah perubahan pola konsumsi masyarakat.

Menteri Perindustrian RI, Agus Gumiwang Kartasasmita, mengatakan, pemerintah memperhatikan fenomena lipstick effect sebagai salah satu faktor untuk menyusun kebijakan.

“Mengenai lipstick effect ini saya sangat setuju bahwa ada beberapa fenomena yang perlu kita perhatikan. Kalau kita perlu perhatikan artinya akan sangat baik apabila fenomena itu kita antisipasi agar lipstick effect positif (tidak sebaliknya),” kata Agus dalam keterangannya, dikutip, Jumat (11/6/2026).

Selain itu, pemerintah juga turut memperhatikan barang-barang secondary atau yang sedang tidak dibutuhkan atau kalau dibutuhkan juga tidak urgent. Maka dari itu, Kementerian Perindustrian bersama dengan kementerian terkait saat ini masih proses untuk merampungkan kebijakan tersebut.

Gambar ini memiliki atribut alt yang kosong; nama berkasnya adalah IKLAN-online-DTI-1024x341.jpg

“Pemerintah, sekarang masih dalam proses dan sudah under final dalam mengusulkan, misalnya, insentif untuk EV, baik roda empat maupun roda dua. Itu bagian dari kita agar industri otomotif yang dikaitkan dengan EV itu tidak akan turun,” jelasnya.

Ia menjelaskan, Indonesia memiliki cadangan nikel terbanyak, yang merupakan bahan utama baterai EV, sehingga ekosistem EV harus diperkuat.

“Kenapa EV? Kita paham bahwa kekuatan kita adalah di baterai yang berbasis nikel, sehingga perhatian dari pemerintah itu adalah bagaimana kita memberikan dukungan lalu insentif otomotif EV, baik roda empat maupun roda dua,” pungkasnya.

Diketahui, lipstick effect adalah fenomena ketika konsumen tetap melakukan pembelian barang-barang kecil yang bersifat mewah atau premium meskipun sedang mengalami kondisi ekonomi yang sulit, seperti resesi atau penurunan daya beli. (Fi Yun)

Gambar ini memiliki atribut alt yang kosong; nama berkasnya adalah IKLAN-OK-Indomachinary-11-13-Agustus-1024x341.jpg