
NIKEL.CO.ID, JAKARTA – Kaledonia Baru mulai mengembangkan eksplorasi hidrogen alami (white hydrogen) yang dinilai berpotensi menjadi sumber energi masa depan sekaligus membuka peluang ekonomi baru di wilayah tersebut.
“Sekitar sepertiga wilayah Kaledonia Baru menunjukkan karakteristik yang mendukung keberadaan white hydrogen dan kegiatan prospeksi telah dimulai,” ungkap Penasihat Khusus Presiden Kaledonia Baru, Gabriel Bensimon, dalam Indonesia Critical Minerals Conference & Expo (ICMCE) 2026, di Hotel Pullman Central Park, Jakarta Barat, Jumat (5/6/2026).
Menurut penasihat khusus untuk urusan nikel dan pertambangan itu, pengembangan hidrogen alami berpotensi menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru selain industri nikel yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian Kaledonia Baru.

Selain hidrogen alami, Kaledonia Baru juga tengah mengeksplorasi sejumlah komoditas strategis, seperti tembaga, kobalt, dan skandium, yang dibutuhkan oleh industri teknologi tinggi. Bensimon menilai, diversifikasi sumber daya mineral penting dilakukan untuk mengantisipasi perubahan kebutuhan industri global pada masa mendatang.
“Ini dapat menjadi pengubah arah industri Kaledonia Baru dalam beberapa tahun ke depan,” ujarnya pada acara yang diselenggarakan Asosiasi Penambang Nikel Indonesia (APNI) bekerja sama dengan Shanghai Metals Market (SMM) itu. (Shiddiq)











































