Beranda Berita Nasional PT Sumbawa Timur Mining Usulkan Asam Berbasis Pirit untuk Kurangi Ketergantungan Impor...

PT Sumbawa Timur Mining Usulkan Asam Berbasis Pirit untuk Kurangi Ketergantungan Impor HPAL

58
0
Predir PT Sumbawa Timur Mining, Bede Beresford Evans (Foto: Dok STM)

NIKEL.CO.ID, JAKARTA – Ketergantungan Indonesia terhadap impor asam (acid) untuk mendukung industri berteknologi high pressure acid leach (HPAL) menjadi sorotan utama dalam Nickel & Cobalt Forum pada Indonesia Critical Minerals Conference & Expo (ICMCE) 2026 yang digelar di Ballroom Utama Pullman Hotel Central Park, Jakarta, Jumat (6/6/2026).

Dalam sesi bertema “Breaking the Import Dependency: Economics and Feasibility of Pyrite-based Acid Production for Indonesia’s HPAL Supply Chain”, Presiden Direktur PT Sumbawa Timur Mining (STM), Bede Beresford Evans, memaparkan peluang pengembangan produksi asam berbasis konsentrat pirit sebagai salah satu strategi untuk mengurangi ketergantungan impor sulfur dan asam sulfat di Indonesia.

Dia menjelaskan, permintaan asam di Indonesia diproyeksikan meningkat signifikan seiring ekspansi industri HPAL yang menjadi konsumen utama hingga sekitar 90% dari total kebutuhan. Berdasarkan kajian Shanghai Metals Market (SMM), permintaan asam nasional diperkirakan mencapai sekitar 153 kiloton per tahun, dengan porsi impor masih dominan untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

Gambar ini memiliki atribut alt yang kosong; nama berkasnya adalah IKLAN-OK-International-Critical-Minerals-Summit-Indonesia-2026-1024x341.jpg

“Peningkatan permintaan asam membutuhkan pasokan domestik baru. Industri HPAL menjadi pendorong utama, namun ketergantungan terhadap impor masih sangat besar,” ujar Evans pada acara yang diselenggarakan Asosiasi Penambang Nikel Indonesia (APNI) bekerja sama dengan SMM itu.

Pengembangan produksi asam berbasis pirit, sambungnya, berpotensi menjadi salah satu sumber pasokan domestik yang signifikan. Jika sejumlah proyek pirit di Indonesia mulai beroperasi, termasuk inisiatif STM serta pelaku industri lainnya, maka pasokan domestik diperkirakan dapat memenuhi sekitar 30–36% kebutuhan asam nasional.

Dia juga menoroti dinamika pasar global sulfur dan asam yang semakin ketat, termasuk terbatasnya ekspor dari sejumlah negara produsen utama serta kenaikan harga sulfur yang telah menembus lebih dari US$1.000 per ton. Kondisi tersebut dinilai membuka peluang ekonomi yang lebih kuat bagi pengembangan pirit sebagai bahan baku alternatif.

Gambar ini memiliki atribut alt yang kosong; nama berkasnya adalah IKLAN-online-DTI-1024x341.jpg

“Ini menciptakan insentif ekonomi yang jelas bagi pengembangan konsentrat pirit sebagai sumber bahan baku asam domestik,” tuturnya seraya menambahkan bahwa dari sisi teknis, konsentrat pirit memiliki kandungan mineral bernilai tambah seperti besi, emas, dan sedikit tembaga yang dapat meningkatkan keekonomian proyek secara keseluruhan. Selain itu, sekitar sepertiga kandungan emas dalam proyek tersebut berada dalam bentuk refractory gold yang hanya dapat dipulihkan melalui proses pengolahan pirit.

Ia juga menekankan pentingnya pengembangan fasilitas terintegrasi yang mencakup smelter tembaga, fasilitas pengolahan pirit, serta pemurnian logam mulia untuk meningkatkan efisiensi rantai pasok sekaligus mengurangi ketergantungan impor bahan baku industri hilir.

Proyek Hu’u, katanya melanjutkan, yang dikembangkan STM merupakan proyek tembaga–emas berskala besar dengan estimasi sumber daya sekitar 3 miliar ton bijih dengan kadar 0,72% tembaga dan 0,39 gram per ton emas, menjadikannya salah satu proyek greenfield terbesar yang belum dikembangkan di dunia. Proyek tersebut saat ini telah menyelesaikan studi pra-kelayakan dan tengah memasuki tahap studi kelayakan yang mencakup rekayasa detail, perizinan lingkungan, serta persiapan konstruksi awal. Umur tambang diperkirakan lebih dari 45 tahun dengan metode penambangan bawah tanah block cave bertahap.

Selain aspek ekonomi, Evans juga menyoroti integrasi energi bersih melalui pemanfaatan panas bumi (geotermal) untuk mendukung kebutuhan listrik operasional tambang sebagai bagian dari upaya dekarbonisasi sektor pertambangan. (Li Han)

Gambar ini memiliki atribut alt yang kosong; nama berkasnya adalah IKLAN-OK-Indomachinary-11-13-Agustus-1024x341.jpg