NIKEL.CO.ID, JAKARTA — PT Adhi Kartiko Pratama Tbk. (AKP) mencatatkan kinerja keuangan impresif pada semester pertama tahun 2025. Laba bersih Rp94,10 miliar berhasil ditangguk salah satu kontributor utama dalam industri pertambangan nikel di Indonesia ini atau melonjak 758% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Kinerja positif perusahaan ini, sebagaimana dikutip dari AKP.co.id, Senin (10/11/2025), tercermin dalam laporan keuangan konsolidasi yang belum diaudit untuk periode yang berakhir pada 30 Juni 2025 lalu. Lonjakan laba tersebut terutama ditopang oleh kenaikan volume penjualan bijih nikel serta perluasan layanan operasional dermaga di wilayah pertambangan perusahaan.
Dari sisi pendapatan, AKP membukukan Rp478,14 miliar selama enam bulan pertama tahun ini, meningkat 100% dibandingkan semester I/2024 yang jumlahnya Rp238,89 miliar. Penjualan bijih nikel masih menjadi tulang punggung pendapatan, berkontribusi Rp463,85 miliar atau 97% dari total pendapatan, sementara layanan dermaga menyumbang Rp14,29 miliar atau 3%.

Total beban pokok pendapatan meningkat menjadi Rp345,27 miliar, seiring ekspansi dan peningkatan kapasitas produksi. Namun, efisiensi biaya umum dan administrasi yang turun 65% menjadi Rp6,42 miliar membuat margin laba usaha AKP naik tajam menjadi 26%, dari sebelumnya 8% pada periode yang sama tahun lalu.
Hingga akhir Juni 2025, total aset AKP mencapai Rp539,55 miliar, naik 32% dibandingkan posisi akhir Desember 2024 sebesar Rp409,01 miliar. Pertumbuhan aset terutama berasal dari pembangunan infrastruktur seperti mess, jalan angkut, dan fasilitas pendukung operasional, serta investasi pada peralatan teknis untuk meningkatkan efisiensi produksi.
Dari sisi struktur keuangan, liabilitas AKP naik menjadi Rp270,78 miliar atau tumbuh 16% akibat penarikan fasilitas pinjaman dari PT Bank KEB Hana Indonesia dan Citibank NA guna mendukung kebutuhan modal kerja. Sementara itu, total ekuitas meningkat 54% menjadi Rp268,78 miliar, memperkuat posisi keuangan perusahaan untuk pertumbuhan jangka panjang.

Kinerja positif AKP turut diperkuat dengan masuknya PT Indo Tambangraya Megah Tbk. sebagai pemegang saham baru sejak Juli 2025, dengan kepemilikan 9,62%. Aksi korporasi ini menandai sinergi strategis di sektor pertambangan nikel, sejalan dengan arah transisi energi nasional dan penguatan rantai pasok mineral.
Didirikan pada 9 Juli 2008, AKP bergerak di bidang pertambangan bijih nikel laterit yang berlokasi di Desa Lameruru, Kecamatan Langgikima, Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara. Perusahaan resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 9 Januari 2024 dengan kode saham NICE.
Dengan pertumbuhan laba signifikan dan penguatan aset pada semester pertama 2025, AKP menegaskan posisinya sebagai salah satu perusahaan tambang nikel nasional yang terus memperkuat fundamental bisnisnya di tengah dinamika industri mineral global. (Shiddiq)






















