NIKEL.CO.ID, JAKARTA – Pada hari terakhir acara Indonesia International Sustainability Forum 2024 (ISF), diadakan peluncuran Indonesia Climate and Growth Dialogue (ICGD). ICGD merupakan forum kolaborasi multipihak yang bertujuan untuk memfasilitasi pembangunan ekonomi Indonesia mencapai pertumbuhan 6-8% dengan tiga tujuan utama.
Utusan Khusus Pendanaan Perubahan Iklim Republik Indonesia, Mari Elka Pangestu, menjelaskan bahwa ICGD merupakan platform kolaborasi multipihak yang bertujuan memberikan masukan dan kontribusi terhadap pemikiran strategis serta bukti untuk memastikan Indonesia mencapai pertumbuhan ekonomi yang hijau, biru, berketahanan, dan inklusif.
Tujuan pertama adalah mempercepat pembangunan sub-sektor. Melalui kerja sama, dialog ini akan memberikan masukan strategis mengenai pengembangan sub-sektor penting di Indonesia yang mendukung pertumbuhan hijau, dengan fokus pada bidang-bidang yang mendorong pertumbuhan, menarik investasi, dan menciptakan lapangan kerja.
“Hal ini termasuk membuka peluang pertumbuhan di sektor-sektor penting seperti energi, industri, sumber daya alam, kelautan, dan ekonomi sirkular,” kata Mari Elka Pangestu dalam acara ISF 2024 di JCC, Senayan, Jakarta, pada Jumat (6/9/2024).
Tujuan kedua adalah meningkatkan pendanaan. Indonesia menghadapi tantangan dalam mengalirkan modal dengan cepat atau dalam skala besar untuk memanfaatkan peluang-peluang ini. Masalah ini diperburuk oleh tantangan makro dan geopolitik yang sedang berlangsung, persepsi risiko negara yang tinggi, dan kurangnya jalur proyek.
“Dialog ini bertujuan untuk memusatkan upaya kami dalam menyediakan dan meningkatkan solusi pembiayaan yang benar-benar tambahan, disesuaikan dengan kebutuhan nyata, dan siap untuk diterapkan,” jelas Mari.
Tujuan ketiga adalah mengidentifikasi dan mengaktifkan tema serta faktor pendukung utama. Prioritas Indonesia adalah mengidentifikasi dan mengaktifkan tema-tema dan faktor-faktor pendukung utama yang akan mendorong agenda pertumbuhan hijau.
“Kami bekerja sama dengan para pemangku kepentingan di setiap sektor untuk mencapai tujuan ini,” tambahnya.
Dalam peluncuran ICGD pada sesi penutupan ISF 2024, Mari Elka Pangestu menyatakan bahwa keberhasilan dialog ICGD dalam mendorong pertumbuhan ekonomi hijau dan transisi iklim di Indonesia sangat bergantung pada kolaborasi dan komitmen yang kuat dari seluruh pemangku kepentingan.
“Dengan bekerja sama, kita dapat memastikan bahwa Indonesia tidak hanya mencapai pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan tetapi juga memimpin dalam upaya tersebut untuk mengatasi tantangan mendesak perubahan iklim,” pungkasnya.
Acara dialog ini dihadiri oleh berbagai tokoh, termasuk Utusan Khusus Pendanaan Perubahan Iklim Republik Indonesia Mari Elka Pangestu, serta anggota pendiri Budi Djiwandono (Parlemen), Shinta Kamdani (APINDO), Riki Frindos (Kehati), Masyita Crystallin (Systemiq), Nirata Samadhi (WRI Indonesia), Alin Halimatussadiah (LPEM-UI), William Sabandar (IBC), Dharsono Hartono (KADIN), dan perwakilan dari CSIS. (Shiddiq)



































