Beranda Berita Nasional Percepat Pengembangan Ekosistem Kendaraan Listrik, Ditjen Gatrik Gelar Sosialisasi Kebijakan Kendaraan Listrik

Percepat Pengembangan Ekosistem Kendaraan Listrik, Ditjen Gatrik Gelar Sosialisasi Kebijakan Kendaraan Listrik

2293
0
Kegiatan acara Gatrik Goes to Campus (GGTC) Undip, Semarang Jawa Tengah, 6 September 2024.

NIKEL.CO.ID, JAKARTA – Dalam upaya mempercepat pengembangan ekosistem baterai dan kendaraan listrik, Direktorat Jenderal (Ditjen) Ketenagalistrikan (Gatrik) Kementerian ESDM menggelar sosialisasi kebijakan kendaraan listrik di Universitas Diponegoro (Undip), Semarang, Jawa Tengah, pada Jumat (6/9/2024).

Sosialisasi ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan nilai tambah hasil kebijakan hilirisasi tambang, khususnya nikel. Pengusaha tambang nikel diwajibkan mengolah nikel dari bijih nikel menjadi produk setengah jadi dan barang jadi.

Kebijakan hilirisasi ini, yang mulai diterapkan pada 1 Januari 2020, juga disertai dengan larangan ekspor bijih nikel, mendorong pendirian pabrik pengolahan atau smelter untuk menghasilkan produk seperti nikel pig iron (NPI), nikel matte, nikel sulfat, kobalt sulfat, MHP, prekursor, katode, serta baterai dan kendaraan listrik.

Pemerintah memprioritaskan pengolahan bahan mentah nikel menjadi produk utuh, seperti baterai dan kendaraan listrik, untuk meningkatkan nilai tambah dan pendapatan negara, serta membuka lapangan pekerjaan. Untuk itu, investasi besar-besaran dalam pabrik baterai dan kendaraan listrik di Indonesia menjadi salah satu strategi utama.

Sebagaimana dikutip dari laman Ditjen Gatrik, Senin (9/9/2024), bahwa Ditjen Gatrik terus mengedukasi masyarakat mengenai penggunaan kendaraan listrik melalui kegiatan Gatrik Goes to Campus (GGTC), yang kali ini mengusung tema “Mengenal Kebijakan Kendaraan Listrik yang Semakin Asyik.”

Kegiatan ini melibatkan Masyarakat Ketenagalistrikan Indonesia (MKI) dan Enhancing Readiness For The Transition To Electric Vehicle In Indonesia (Entrev), serta dihadiri oleh civitas akademika Universitas Diponegoro.

Koordinator Humas dan Layanan Informasi Publik Ditjen Gatrik, Pandu Satria Jati, menyatakan bahwa kendaraan listrik adalah transportasi masa depan yang lebih ramah lingkungan dan tidak menghasilkan emisi gas CO2. Kebijakan yang telah dikeluarkan bertujuan mempercepat pembangunan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) dan Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU) untuk mendukung ketahanan energi, konservasi energi sektor transportasi, energi bersih, dan kualitas udara.

Sementara itu, Subkoordinator Keselamatan Ketenagalistrikan Ditjen Ketenagalistrikan, Andi Hanif, menjelaskan bahwa kendaraan listrik tidak hanya berfungsi mengurangi emisi, tetapi juga sebagai strategi besar untuk menurunkan neraca perdagangan dengan mengurangi impor bahan bakar minyak (BBM). Pemerintah, kata Andi, sedang menyiapkan infrastruktur yang diperlukan untuk mendukung transisi ini.

Data terbaru dari Kementerian ESDM mencatat adanya 1.810 unit SPKLU dan 1.882 unit SPBKLU yang telah berdiri di seluruh Indonesia. Project Koordinator Entrev, Eko Adji Buwono, menambahkan bahwa peran perempuan sebagai agen perubahan sangat penting dalam mendukung akselerasi kendaraan listrik dan perlindungan lingkungan.

Dekan Fakultas Teknik Universitas Diponegoro, Jamari, menegaskan pentingnya sosialisasi berkelanjutan tentang kendaraan listrik. Ia meminta mahasiswa untuk berpikir positif dan beradaptasi dengan perubahan menuju kendaraan listrik sebagai bagian dari upaya menghadapi tantangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia.

Acara ini diawali dengan pameran motor konversi bekerja sama dengan PT Ekolektrik Konversi Mandiri, yang menampilkan kendaraan motor hasil konversi. Selain itu, tim Fakultas Teknik Undip juga memamerkan Rondhan, mobil listrik hemat energi yang berhasil meraih posisi ketiga di Shell Eco-Marathon 2023 dan posisi kedua di Kompetisi Mobil Hemat Energi (KMHE) 2023. (Shiddiq)