Beranda Juni 2024 Peran Aktif Dekarbonisasi, BEI Cantumkan Saham Antam Menjadi Bagian Indeks ESG

Peran Aktif Dekarbonisasi, BEI Cantumkan Saham Antam Menjadi Bagian Indeks ESG

2106
0
Dirut Antam Nico Kanter

NIKEL.CO.ID, JAKARTA – Busrsa Efek Indonesia (BEI) mencantumkan saham Perusahaan Tambang milik BUMN, PT Aneka Tambang Tbk (Antam) dalam indeks perdagangan bursa saham yang menjadi bagian dari Indeks Environmental, Social and Corporate Governance (ESG) karena berperan aktif dalam dekarbonisasi.

Adapun saham Antam yang ditayangkan di BEI itu antara lain, Indeks SRI-KEHATI, Indeks ESG Sector Leaders IDX KEHATI dan Indeks ESG Quality 45 IDX KEHATI untuk periode perdagangan pada bulan Juni hingga November 2024.

Direktur Utama Antam, Nico Kanter, mengatakan, pencapaian tersebut diperoleh dari konsistensi Perseroan dalam menerapkan berbagai inisiatif dekarbonisasi di seluruh lini operasional.

“Pencantuman Antam dalam Indeks ESG di BEI, merupakan komitmen Antam dalam menerapkan manajemen bisnis yang mengedepankan keberlanjutan melalui kepedulian lingkungan dan sosial, serta penerapan tata kelola perusahaan yang baik,” kata Nico melalui keterangan pers PT Antam, Kamis (6/6/2024).

Menurutnya, komitmen Perseroan terhadap ESG diwujudkan melalui penyusunan peta jalan ESG yang telah dilaksanakan sejak tahun 2023.

“Perseroan juga terus melaksanakan berbagai program tanggung jawab sosial dan lingkungan untuk memberikan manfaat kepada masyarakat, khususnya yang berada di sekitar wilayah operasi,” ujarnya.

Dia memaparkan, sebagai wujud dukungan Antam dalam mencapai net zero emission pada tahun 2060 dan implementasi Pilar Lingkungan Hidup dan Perubahan Iklim, Perseroan terus berkomitmen mendukung kontribusi nasional dalam penurunan emisi gas rumah kaca (GRK).

“Antam telah menerapkan peta jalan dekarbonisasi untuk mencapai operasional berkelanjutan dengan menerapkan teknologi tepat guna dan ramah lingkungan untuk mengurangi konsumsi energi, mendorong transisi energi dan pengurangan emisi, pengelolaan limbah yang baik, dan pengelolaan lingkungan hidup sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” paparnya.

Nico mengungkapkan, berbagai inisiatif dekarbonisasi yang dilakukan Perseroan antara lain, perubahan metode penambangan bawah tanah dan pemasangan sistem pengendalian emisi di pabrik feronikel, penggunaan bahan bakar B30 dan B35 untuk kendaraan operasional tambang, serta penggunaan panel surya untuk jalan tambang, dan penerangan di beberapa unit usaha.

“Antam juga sedang melakukan upaya penggantian bahan bakar pada kegiatan pengolahan bijih nikel dari Bahan Bakar Minyak Laut dengan listrik dari PLN yang bersumber dari tenaga air, yang nantinya mampu menurunkan emisi GRK pada proses produksi feronikel. Upaya mitigasi dekarbonisasi lainnya yang dilakukan Antam adalah penggunaan co-firing pada PLTU di anak perusahaan,” pungkasnya. (Shiddiq)