Stok Dunia Terus Anjlok, Meidy: Harga Nikel bisa Tembus US$ 25.000 per Ton

223

 

Stok Dunia Terus Anjlok, Meidy: Harga Nikel bisa Tembus US$ 25.000 per Ton
Foto: Diagram LME

NIKEL.CO.ID,20 Januari 2021– Kabar gembira untuk para penambang nikel saat ini, harga nikel kembali melonjak pada perdagangan siang ini, dan akan terus memecah rekor tertinggi pada 2022. Dikabarkan melalui Bursa perdagangan dunia, London Metal Exchange (LME) harga nikel pada Kamis, (20/01/2022) pukul 14.55 WIB sampai menyentuh angka US$24.135,/ton. Walaupun pada pukul 18.09 harga nikel kembali turun US$22.790/ton.

Harga nikel ini lebih tinggi dibandingkan harga penutupan LME Rabu kemarin, (19/01/2020) dengan harga US$21.570/ton.

Menurut Sekretaris Jenderal Asosiasi Penambang Nikel Indonesia (APNI), Meidy Katrin Lengkey, kemungkinan harga nikel bisa mencapai angka US$25.000 per ton.

Menurut Meidy, indikator terus meroketnya harga nikel lantaran semakin banyak permintaan dari produsen yang menggunakan nikel untuk berbagai macam kebutuhan. Namun kebutuhan akan nikel tidak berbanding lurus dengan persedian mereka. Diperkirakan stok akan terus berkurang sampai tahun baru Imlek mendatang.

Persediaan nikel terus turun sejak April 2021. Terhitung sejak bulan itu, persediaan nikel di gudang bursa logam London telah anjlok 68,8% menjadi 94.872 ton.

Sementara itu, persediaan di gudang bursa berjangka Shanghai (ShFE) mendekati rekor terendah di angka 4.711 ton.

“Stok nikel di gudang LME sedang ditarik karena dapat digunakan untuk membuat nikel sulfat sebagai bahan baku baterai yang digunakan pada kendaraan listrik,” kata analis ING Wenyu Yao.

Pembuat mobil global seperti Volkswagen, General Motors, Toyota Motor Corp, dan Tesla Inc sedang meningkatkan produksi kendaraan listrik di China. China sebagai pasar mobil terbesar di dunia, telah menetapkan target untuk mobil listrik, termasuk hibrida plug-in dan kendaraan sel bahan bakar hidrogen, menghasilkan 20% dari penjualan mobil pada 2025.

Di sisi lain, pabrik-pabrik baja tahan karat (stainless steel) terus membeli nikel untuk persediaan jelang tahun baru imlek. Sehingga persediaan di pasar diperkirakan akan terus rendah.

Sementara itu, kontrak nikel SHFE 2022 dibuka pada 164.080 yuan/mt dan naik lebih dari 5% menjadi ditutup pada 171.490 yuan/mt karena posisi beli meningkat. Nikel LME juga meningkat hampir 5% menjadi $23.230/mt. Fundamentalnya sedikit berubah.

Persediaan di luar negeri terus turun dan pasokan spot tetap ketat. Dan ekonomi makro mungkin tidak mengencang secara signifikan. China juga ingin mempercepat pelaksanaan proyek investasi infrastruktur untuk lebih merangsang permintaan.

Karena persediaan nikel menipis, konsumsi diperkirakan akan tumbuh, dan kekurangan pasokan tidak dapat sepenuhnya diatasi dalam jangka pendek, para investor cenderung berinvestasi pada logam lain dengan kontradiksi yang kurang menonjol. Oleh karena itu, harga nikel secara keseluruhan diperkirakan berada dalam tren yang meningkat, namun harga mungkin akan turun di tengah permintaan yang buruk.(Fia/Syarif/bbs)