Rabu, Desember 1
Shadow

Kaledonia Baru Akan Menyuplai 42.000 Ton Nikel untuk Mobil Listrik Tesla

NIKEL.CO.ID – Tesla dikabarkan telah menandatangani kesepakatan pasokan nikel dengan sumber daya Prony Kaledonia Baru. Nantinya perusahaan bakal membeli sekitar 42.000 ton nikel dalam kesepakatan multi-tahun untuk tahapan produksi mobil listrik.

Kerja sama ini dilakukan Tesla untuk mencari pasokan nikel rendah karbon. Produsen ternama kendaraan listrik tersebut juga dikabarkan menjalin kesepakatan untuk mengambil pasokan dari operasi nikel BHP di Australia.

“Kesepakatan itu dinegosiasikan oleh pedagang komoditas Swiss, Trafigura, salah satu pemangku kepentingan utama Prony. Itu menjadikan Tesla sebagai pelanggan terbesar penambang,” kata CEO Antonin Beurrier dalam sebuah pernyataan.

Sejauh ini, belum diketahui berapa lama kesepakatan antara Tesla dan Prony akan terjalin. Namun diperkirakan kemitraan itu akan berjalan cukup lama, mengingat produsen mobil listrik membutuhkan banyak nikel di masa mendatang.

Tesla diperkirakan menggunakan sekitar 30.000 ton nikel dalam baterai tahun ini. Pakar mineral baterai independen yang berbasis di Sydney, Steven Brown, menjelaskan bahwa konsumsi nikel Tesla bisa meningkat di tahun-tahun mendatang.

Prony sendiri menjelaskan bahwa pihaknya bakal menargetkan produksi 44.000 ton nikel pada 2024. Menurut laporan Reuters, jumlah tersebut nyatanya dua kali lipat lebih banyak dari yang diharapkan.

Perusahaan yang sebagian besar sahamnya dimiliki otoritas provinsi Kaledonia Baru ini, yakin bahwa pasar nikel akan kembali surplus selama empat tahun dari 2022. Itu terjadi setelah produsen utama Indonesia akan meningkatkan pasokan.

Sumber: tempo.co

Open chat