Harga Nikel Naik, Saham Antam Cs Ikut Terbang

NIKEL.CO.ID – Harga nikel pada perdagangan hari kamis (11/3/2021) kemarin mengalami kenaikan 2,41% setelah sempat mengalami pelemahan dua pekan terakhir, tren pelemahan tersebut terjadi sejak akhir Februari hingga awal Maret.

Harga nikel kontrak 3 bulan di London Metal Exchange (LME) ditutup dengan harga US$ 16.467/ton pada perdagangan kamis, naik 2,41% dari harga US$ 16.080/ton pada perdagangan hari Rabu (10/03/2021).

Senada dengan penguatan harga logam lainnya, pengutan harga nikel dunia adalah respon positif pasar atas disahkannya RUU stimulus jumbo untuk bantuan dan pemulihan ekonomi akibat pandemi covid-19 oleh parlemen Amerika serikat.

Harga nikel 2 hari terakhir naik dari harga terendah nikel selama tahun 2021 di bursa LME yang tercatat di harga US$ 15.951/ton pada selasa (9/3).
Kenaikan juga terjadi untuk nikel pembelian langsung, yang naik dari US$ 16.040/ton menjadi US$ 16.434/ton.

Pada awal tahun lalu harga nikel sempat turun tajam, merosot hingga US$ 11.142/ton pada perdangan bulan Maret 2020. Akan tetapi memasuki bulan selanjutnya harga nikel perlahan naik terus hingga mencapai puncaknya di angka US$ 19.722/ton pada perdagangan tanggal 22 Februari lalu, tertinggi sejak 2014, yang sempat dihargai US$ 21.150/ton pada bulan Mei tahun tersebut.

 

Harga Nikel
Foto: Ferry Sandria/CNBC Indonesia
Harga Nikel

Data Harga NIkel Kontrak 3 Bulan Sepanjang Tahun 2021 (sumber: LME)

Akan tetapi, harga nikel malah mengalami penurunan 0,45% di bursa Shanghai (kode: SNIcv1) dari US$ 18.768/ton pada selasa turun menjadi US$ 18.684/ton pada Rabu (10/3/2021), berdasarkan data refinitiv.

Dikutip dari Reuters, produksi nikel murni hasil olahan China bulan Februari naik 5,33% atau mengalami penambahan sebesar 692 mt dari produksi bulan Januari.

Dilansir dari The Sydney Morning Herald yang dikutip oleh Reuters. Credit Suisse, bank dan penyedia jasa keuangan asal Swiss memperkirakan akan terjadi kelebihan pasokan nikel setelah Tsingshan mengumumkan untuk meningkatkan produksi sebesar 700 kilo ton (kt) menjadi 1,1 juta ton per tahun (Mtpa) per 2023. Ini akan mengakibatkan surplus produksi hingga 2025.

Menurut analis Credit Suisse, Matthew Hope. “Walaupun sebagian (nikel) akan dipasok ke pasar baterai melalui jalur nikel matte, feronikel untuk baja tahan karat masih tetap dominan sampai pasar baterai menjadi konsumen yang signifikan pada paruh kedua dekade ini,” tulisnya dalam catatan kepada klien.

Sumber: CNBC Indonesia