Budi Gunadi Sadikin: Ada Dampak Ekonomi Akibat PSBB Jakarta

NIKEL.co.id – Ketua Satuan Tugas Pemulihan Ekonomi Nasional Budi Gunadi Sadikin, saat memberikan keterangan pers dari Kantor Presiden, Rabu (16/9), ikut bersuara terkait pengetatan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di DKI Jakarta yang mulai berlaku Senin (14/9).

BGS, sapaan akrabnya, menilai pengetatan PSBB di ibu kota berdampak kepada perekonomian. “Memang PSBB dampaknya kita lihat ada,” katanya.

Namun demikian, ia melihat kepercayaan pasar dalam waktu singkat telah kembali. Hal tersebut terlihat dari Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

“Kalau saya lihat IHSG sudah kembali di atas 5.000 dalam beberapa hari terakhir dan saya harapkan ke depannya akan terus membaik,” ujarnya.

Sementara itu, terkait anggaran PCPEN yang mencapai Rp695,2 triliun, ia memaparkan, anggaran difokuskan kepada dua aspek. Keluarga termiskin dan pekerja usaha mikro kecil dan menengah.

“Terkait anggaran pandemi, yang tadi disampaikan untuk kami di ekonomi adalah memastikan keluarga termiskin bisa hidup dengan normal dan pekerja UMKM bisa berusaha dengan normal. Sehingga 85% dana memang dialokasikan untuk bansos dan bantuan UMKM, sedangkan 15% dialokasikan untuk program kesehatan,” katanya.

Lanjutnya, kemudian ada BLT gaji, yang juga merupakan salah satu program Satgas PEN. Sampai dengan akhir bulan lalu, sudah terserap Rp3 triliun. Diharapkan pada akhir September sudah terserap Rp7 triliun atau naik 120%.

“Sehingga bisa (salurkan) Rp10 triliun hingga Rp12 triliun di gelombang pertama. Dan akan ada gelombang kedua di Oktober-November dengan jumlah yang kira-kira sama. Jadi ancer-ancer kami, antara Rp25 triliun sampai Rp30 triliun bisa disalurkan dalam lima bulan terakhir ini. Dan batch 3,4,5 kami harapkan bisa disalurkan dari sekarang sampai akhir September dengan total Rp8,8 triliun,” ucapnya.

Sumber: investing.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *