

NIKEL.CO.ID, JAKARTA — Perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), otomasi, dan digitalisasi akan mengubah wajah industri mineral dan metalurgi dalam satu dekade mendatang. Direktur Jenderal (Dirjen) Mineral dan Batu Bara (Minerba) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Tri Winarno, meminta profesi metalurgi bersiap menghadapi perubahan tersebut.
Pesan itu disampaikan Tri melalui paparan video dalam Kongres Nasional Prometindo 2026 di Darmawangsa, Jakarta, Sabtu (12/9/2026). Ia menyebutkan bahwa digitalisasi, advanced process control, sensor, dan pemantauan real-time, hingga AI dan machine learning akan semakin banyak digunakan untuk optimasi proses, predictive maintenance, pengendalian kualitas, dan pengambilan keputusan.
“Tantangan seorang metalurgis juga berubah. Dan, yang paling penting, mampu mengintegrasikan semua untuk menyelesaikan permasalahan industri yang nyata,” ujarnya.


Menurutnya, teknologi tidak seharusnya menjauhkan manusia dari proses industri. Sebaliknya, teknologi harus membantu tenaga profesional membuat proses lebih efisien, presisi, aman, dan berkelanjutan.
Dia juga menilai, tantangan industri semakin kompleks karena karakteristik cadangan mineral berubah, tuntutan recovery meningkat, sementara industri dituntut menghemat energi, menekan emisi, dan mengelola residu dengan lebih baik. Karena itu, ia mendorong Prometindo berperan aktif menyiapkan kompetensi profesional metalurgi agar mampu mengikuti perkembangan teknologi sekaligus memperkuat penguasaan teknologi secara mandiri.
“Hilirisasi bukan sekadar membangun fasilitas fisik atau smelter. Hilirisasi adalah penguasaan teknologi, peningkatan efisiensi proses, dan penciptaan nilai tambah yang tinggi,” tegasnya. (Shiddiq)












































