Beranda Asosiasi Pertambangan APNI dan OJK Siapkan Kolaborasi Lokakarya Nasional LCA dan Carbon Market

APNI dan OJK Siapkan Kolaborasi Lokakarya Nasional LCA dan Carbon Market

89
0

NIKEL.CO.ID, JAKARTA — Asosiasi Penambang Nikel Indonesia (APNI) bertemu dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk membahas rencana kolaborasi penyelenggaraan lokakarya atau workshop nasional life cycle assessment (LCA) dan carbon market. Pertemuan itu merupakan tindak lanjut dari permohonan kolaborasi dan penggunaan ruang Ballroom OJK untuk lokakarya yang diajukan APNI.

Berlangsung di Ruang Saham Lantai 10, Gedung Sumitro Djojohadikusumo, Jakarta, Kamis (10/9/2026), diskusi dihadiri oleh Sekretaris Umum (Sekum) APNI, Meidy Katrin Lengkey, dan anggota Dewan Penasihat Pertambangan APNI, Djoko Widajatno, serta sejumlah perwakilan dari OJK.

Diskusi tidak hanya berkutat pada aspek ekonomi dan regulasi di dalam ekosistem karbon, tetapi juga aspek teknis penerapan LCA, khususnya bagaimana perusahaan melakukan pengukuran, verifikasi, hingga memanfaatkan hasil penghitungan jejak karbon.

Pengukuran jejak karbon memang perlu diikuti dengan proses verifikasi yang kredibel. Setelah perusahaan melakukan berbagai upaya dekarbonisasi, hasil pengurangan emisi tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari partisipasi perusahaan dalam mekanisme pasar karbon. Karena itu, upaya dekarbonisasi tidak hanya berorientasi pada pengurangan emisi, tetapi juga dapat memberikan nilai ekonomi melalui mekanisme perdagangan karbon yang sesuai dengan ketentuan.

Kemudian, di dalam diskusi juga disinggung mekanisme ketika terdapat kekurangan dalam perhitungan atau pemenuhan kewajiban karbon. Dalam skema perdagangan karbon, kekurangan tersebut pada prinsipnya dapat dikompensasi melalui pembelian unit karbon dari pihak lain yang memiliki kelebihan atau ketersediaan unit karbon.

Kolaborasi antara APNI dan OJK diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat pemahaman dan penerapan aspek keberlanjutan, khususnya terkait pengukuran jejak lingkungan melalui LCA serta pengembangan mekanisme pasar karbon di sektor pertambangan dan industri nikel.

Workshop nasional yang direncanakan APNI juga diharapkan menjadi ruang bagi pemangku kepentingan untuk mendiskusikan kesiapan industri dalam menghadapi tuntutan dekarbonisasi, transparansi data lingkungan, serta perkembangan pasar karbon di Indonesia. (Fi Yun)