
NIKEL.CO.ID, JAKARTA – PT Mitra Cipta Hardi Electrindo, bagian dari Wirawan Corporation, secara resmi memperkenalkan Iluvia Smart System & Smart Energy Solution di Indonesia. Kehadiran Illuvia membawa konsep smart system in one ecosystem dengan mengintegrasikan berbagai perangkat berbasis internet of things (IOT) untuk mendukung efisiensi, otomatisasi, dan pengelolaan energi pada bangunan serta infrastruktur modern.
Peluncuran Illuvia yang digelar pada 4 September 2026 tersebut sekaligus menjadi bagian dari rangkaian perayaan 30 tahun Wirawan Corporation. Acara turut mendapat dukungan dari Himpunan Teknik Iluminasi Indonesia (HTII) dan dihadiri kalangan profesional dari sektor arsitektur, desain interior, engineering, konstruksi, hingga industri bangunan.
President Director Wirawan Corporation, Michael Hardinata, mengatakan, Illuvia tidak sekadar diarahkan sebagai produk teknologi baru, melainkan sebagai pendekatan baru dalam mengelola bangunan, rumah, kantor, gudang, hingga fasilitas lainnya agar dapat bekerja secara lebih cerdas.
“Hari ini bukan tentang meluncurkan sebuah produk baru. Hari ini kami ingin memperkenalkan sebuah cara baru bagaimana melihat sebuah bangunan, rumah, kantor, gudang, maupun fasilitas lainnya dapat bekerja dengan lebih cerdas,” ujar Michael dalam acara peluncuran Iluvia, yang diselenggarakan di Jiexpo, Jumat (4/9/2026).

Menurut dia, perkembangan teknologi membuat berbagai perangkat kini mampu berkomunikasi, mengirimkan data, menerima perintah, hingga mengambil tindakan secara otomatis. Tantangan berikutnya bukan lagi sekadar membuat perangkat menjadi pintar, tetapi memastikan berbagai perangkat tersebut dapat saling terhubung dan bekerja sebagai satu kesatuan.
“Smart device tanpa produktivitas hanyalah device yang pintar sendiri. Tetapi, ketika semua perangkat dapat saling terhubung dan bekerja sebagai satu kesatuan, di situlah sebuah ekosistem menjadi truly smart,” katanya.
Integrasikan Berbagai Perangkat IOT
Iluvia dikembangkan sebagai platform yang memungkinkan berbagai perangkat berbasis IOT terkoneksi dalam satu sistem. Teknologi yang dapat diintegrasikan, antara lain lighting, CCTV, door lock, pendingin udara, fire alarm, gas detector, sensor kebocoran air, smart city switch, hingga sistem manajemen energi. Konsep tersebut memungkinkan pengguna mengendalikan berbagai perangkat melalui satu ekosistem. Pada penerapan smart home, misalnya, satu perintah dapat digunakan untuk mematikan pencahayaan yang tidak diperlukan, mengatur pendingin udara, memastikan pintu terkunci, sekaligus mengaktifkan sistem keamanan.
Konsep serupa juga dapat diterapkan pada smart warehouse dengan mengintegrasikan pencahayaan, CCTV, pemantauan temperatur, access control, alarm kebakaran, detektor gas, sensor kebocoran air, hingga sistem lainnya. Ke depan, konsep tersebut juga diarahkan pada smart parking, sehingga sistem parkir tidak hanya memberikan informasi mengenai ketersediaan tempat parkir, tetapi dapat terhubung dengan pencahayaan, CCTV, access control, sistem keamanan, dan manajemen energi.
Penerapan teknologi pintar, menurutnya, tidak semestinya identik dengan sistem yang semakin mahal dan kompleks. Sebaliknya, teknologi harus mampu menyederhanakan aktivitas, meningkatkan efisiensi operasional, menghemat energi, biaya, dan waktu, sekaligus memberikan manfaat nyata bagi pengguna.

“Smart harus membuat hidup lebih sederhana, smart harus membuat operasi lebih efisien, smart harus menghemat energi, smart harus menghemat biaya, smart harus menghemat waktu, dan yang paling penting smart harus memberikan value yang nyata bagi pengguna,” ujarnya.
Efisiensi energi menjadi salah satu aspek utama yang ditawarkan Iluvia. Sistem dirancang untuk membantu pengguna mengetahui kapan sebuah ruangan digunakan, berapa energi yang dikonsumsi, perangkat apa saja yang bekerja, serta kapan perangkat perlu dimatikan atau dikurangi penggunaannya. Dengan pengelolaan berbasis data tersebut, konsumsi energi dapat dioptimalkan sehingga energi yang tidak diperlukan tidak harus digunakan.
“Energi yang tidak digunakan, tidak perlu dikonsumsi. Energi yang digunakan harus secara optimal. Itulah salah satu value yang ingin kami bawa melalui Iluvia,” katanya.
Salah satu contoh implementasi yang diperkenalkan Iluvia adalah sistem pencahayaan pintar untuk area parkir. Dalam sistem tersebut, intensitas lampu dapat disesuaikan berdasarkan keberadaan kendaraan. Ketika area parkir kosong, lampu dapat beroperasi pada intensitas rendah sekitar 10%. Ketika kendaraan terdeteksi, pencahayaan secara otomatis meningkat sesuai pengaturan, mulai dari 70% hingga 100%. Setelah kendaraan meninggalkan area, intensitas pencahayaan kembali diturunkan secara otomatis. Sistem tersebut juga dilengkapi pengaturan sensitivitas, koordinasi antarzona, serta fitur follow-me lighting.
Melalui mekanisme tersebut, Iluvia menyebut sistem smart parking dapat membantu menghemat konsumsi energi hingga 70–80% dibandingkan pola pencahayaan yang tidak menyesuaikan kondisi area.

Empat Lapisan Sistem
Dalam kesempatan tersebut, Strategic Business Development Director PT Mitra Cipta Hardi Electrindo, Yosef Lazuardi, menjelaskan, Iluvia dibangun sebagai sistem dengan beberapa lapisan yang saling terhubung. Perangkat dan sensor menjadi bagian awal sistem, kemudian terhubung melalui gateway menggunakan berbagai teknologi komunikasi, seperti wifi, zigbee, bluetooth, maupun protokol profesional, seperti RS485, DALI, KNX, dan BACnet.
Lapisan berikutnya adalah cloud yang berfungsi sebagai pusat pengelolaan data, skenario, riwayat penggunaan, serta pembaruan sistem. Pengguna kemudian dapat mengakses dan mengatur sistem melalui aplikasi Iluvia maupun panel kontrol.
Menurut Yosef, pendekatan tersebut membuat Iluvia dapat diterapkan secara bertahap, mulai dari satu ruangan, satu bangunan, hingga kawasan atau beberapa bangunan tanpa harus membangun ulang keseluruhan arsitektur sistem.
“Kita dapat memulainya dari satu ruangan, kemudian berkembang menjadi satu gedung, dan pada akhirnya mencakup satu kawasan atau beberapa gedung. Arsitekturnya tetap sama,” ujarnya.
Hadirnya Iluvia juga mendapat respons positif dari masyarakat. Salah satunya diungkapkan oleh Ketua HTII, Ir. Beno Salinas Pevrianto, yang menyambut positif kehadiran Iluvia. Menurutnya, sistem pencahayaan pintar yang terhubung dalam sebuah ekosistem membuka peluang peningkatan efisiensi energi sekaligus memperluas fungsi teknologi iluminasi.
Beno mengatakan, perkembangan lampu LED sebelumnya telah mampu memberikan efisiensi energi sekitar 50–60%. Namun, dengan penerapan sistem pintar yang menghubungkan berbagai perangkat, potensi efisiensi dapat meningkat hingga lebih dari 80%.
“Iluvia merupakan sesuatu yang luar biasa karena memiliki sebuah ekosistem yang memungkinkan kita menghubungkannya dengan berbagai macam hal,” ungkapnya seraya menambahkan bahwa teknologi tersebut juga sejalan dengan kebutuhan untuk mendukung pengurangan emisi karbon dan agenda keberlanjutan.
Ia menilai, Iluvia tidak hanya relevan bagi pengguna akhir, tetapi juga dapat dimanfaatkan para lighting designer sebagai salah satu perangkat dalam merancang sistem pencahayaan yang terintegrasi dengan teknologi IOT.

Bangun Ekosistem Bersama
Michael menegaskan, pengembangan Iluvia tidak dapat dilakukan hanya oleh perusahaan. Dibutuhkan kolaborasi dengan konsultan, system integrator, pengembang, kontraktor, hingga pengguna akhir. Konsultan memiliki peran dalam menentukan desain sistem sejak awal, sementara system integrator berperan menghubungkan berbagai teknologi menjadi solusi yang dapat berfungsi secara menyeluruh. Pada akhirnya, pengguna menjadi pihak yang merasakan manfaat dari penerapan teknologi tersebut.
“Kami membutuhkan ekosistem. Dan, ekosistem itu adalah Bapak dan Ibu semua. Kami ingin membuka kesempatan bagi konsultan, sistem integrator untuk ikut mengembangkan berbagai aplikasi dan solusi mengenai Iluvia,” ucapnya.
Ia menambahkan, Iluvia dikembangkan dengan prinsip konektivitas, kepraktisan, efisiensi, skalabilitas, dan keberlanjutan.
Peluncuran Iluvia juga menjadi bagian dari langkah Wirawan Corporation memasuki babak baru setelah 30 tahun perjalanan bisnis. Dengan tema Build on Trust, Driven by Innovation, perusahaan menempatkan kepercayaan sebagai fondasi dan inovasi sebagai energi untuk menghadapi 30 tahun berikutnya.
“Bagi kami, this is more than a product launch. This is a beginning of a journey,” pungkasnya. (Li Han)










































